Sepakbola Tarkam di Lampung Ricuh, Wasit Dikejar Suporter Bersajam

Lampung

Sepakbola Tarkam di Lampung Ricuh, Wasit Dikejar Suporter Bersajam

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 12 Agu 2026 18:00 WIB
Tangkap layar video saat wasit dikejar suporter bersajam di Lampung Tengah
Foto: Tangkap layar video saat wasit dikejar suporter bersajam di Lampung Tengah (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Lampung Tengah -

Kejuaraan sepakbola antar kampung (Tarkam) di Kabupaten Lampung Tengah ricuh. Suporter mengejar wasit dengan membawa senjata tajam.

Dalam video yang beredar, tampak salah seorang suporter berlari ke tengah lapangan pertandingan sambil mengejar wasit. Pria tersebut terlihat mengeluarkan sebilah pisau yang terus digenggamnya.

Melihat hal tersebut, sang wasit berupaya menyelamatkan diri, beruntung pihak panitia hingga pemain berhasil menjauhkan wasit dari kejaran pria tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat upaya penyerangan tersebut, pertandingan dihentikan karena kericuhan berujung meluas. Peristiwa ini sendiri terjadi pada Selasa (11/8/2026) di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah.

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan keributan tersebut berhasil diredam dengan mediasi antara kedua belah pihak yang terlibat.

ADVERTISEMENT

"Jadi peristiwa itu terjadi kemarin sore di mana keributan terjadi saat pertandingan kejuaraan sepakbola mempertemukan tim dari dua kampung berbeda," katanya, Rabu (12/8/2026).

"Sudah ada mediasi yang dilakukan baik dari penyelenggara, tim sepakbola hingga perangkat desa. Semua sepakat untuk berdamai," sambung Yuni.

Terkait upaya penyerangan terhadap wasit, Yuni menjelaskan supporter menilai ada keputusan wasit yang merugikan salah satu tim.

"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi ada hal yang membuat marah suporter atas kepemimpinan wasit hingga akhirnya memicu keributan. Namun hal tersebut berhasil diredam," kata Yuni.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing atas informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut.

"Semua sudah sepakat berdamai dan kami menghimbau masyarakat untuk saling menahan diri serta tidak terprovokasi atas informasi yang belum tentu benar," tandasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads