Pria bernama Supahak (57) tewas diduga menjadi korban pembunuhan di sebuah kebun kelapa sawit, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Korban diduga dibacok oleh Hasan (49) setelah keduanya terlibat cekcok terkait persoalan lahan.
Peristiwa itu terjadi di kebun milik orang tua pelaku Dusun Mencolok Laut, Desa Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Timur AKP Edi Tasrif mengatakan, dugaan sementara pembunuhan dipicu sengketa lahan yang melibatkan korban dan pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab diduga dipicu oleh permasalahan lahan di Dusun Mencolok Laut, Desa Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu. Saat ini pelaku sudah diamankan dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," katanya Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, kata Edi, kejadian bermula ketika Said Haidir dijemput pelaku Hasan untuk pergi ke kebun milik orang tuanya. Setibanya di lokasi, mereka melihat korban tengah menyemprot rumput di areal kebun kelapa sawit.
Tak lama kemudian, Hasan dan Supahak terlibat adu argumen. Di tengah cekcok tersebut, Hasan disebut mundur beberapa langkah sebelum mencabut parang yang dibawanya.
Pelaku kemudian mengayunkan parang ke arah pipi kiri korban, tepat di dekat telinga. Akibat sabetan itu, korban langsung terjatuh sambil memegang bagian leher yang mengalami luka parah.
Melihat kejadian tersebut, saksi Said Haidir segera menghubungi Herman, Kepala Desa Mencolok. Selanjutnya, kepala desa meneruskan informasi itu kepada personel kepolisian.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku menyerahkan diri ke polsek setempat usai melakukan pembacokan tersebut.
"Iya pelaku menyerahkan diri ke Polsek," ujarnya.
Dari kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban, satu keranjang sawit berisi parang dan gancu, serta satu unit alat penyemprot gulma. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
