Aksi pencurian motor di Bandar Lampung berujung mencekam. Seorang pelaku mengancam menembak warga menggunakan senjata api (senpi) setelah aksinya membobol motor dipergoki pemilik kendaraan.
Peristiwa itu terjadi di halaman kantor perusahaan penyedia jasa internet di Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban Puja Abdi Wakhyo bersama sejumlah rekannya sedang makan di dalam kantor.
Tak lama kemudian, dua pria datang berboncengan menggunakan motor matik dan berhenti di depan kantor. Awalnya, keberadaan keduanya tak menimbulkan kecurigaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kira mereka mau beli makanan atau ojek online yang sedang menunggu pesanan," kata Puja, Minggu (28/6/2026).
Kecurigaan muncul setelah salah seorang pelaku turun dari motor dan berjalan menuju kendaraan milik karyawan yang terparkir di halaman. Rekan korban yang memantau CCTV melihat pelaku berusaha membobol kunci motor menggunakan kunci letter T.
Mengetahui hal itu, Puja bersama rekannya langsung keluar dan memergoki pelaku. Sempat terjadi aksi saling dorong hingga baku pukul saat korban berusaha menggagalkan pencurian tersebut.
Di tengah keributan, pelaku lainnya yang menunggu di atas motor tiba-tiba mengeluarkan senjata api. Senjata itu diarahkan ke korban sambil melontarkan ancaman akan menembak.
"Dia bilang mau menembak. Kami langsung mundur," ujarnya.
Setelah korban mengurungkan pengejaran, kedua pelaku langsung kabur menggunakan motor yang mereka bawa. Sementara motor yang menjadi sasaran gagal dicuri.
Puja mengatakan, aksi pencurian sepeda motor di kantornya bukan kali pertama terjadi. Pada 2025, satu unit sepeda motor milik karyawan sempat hilang. Sementara dua percobaan pencurian lainnya, termasuk kejadian terbaru, berhasil digagalkan setelah gerak-gerik pelaku terpantau kamera pengawas.
"Sudah pernah ada karyawan yang hilang motornya disini," imbuhnya.
Kasus itu telah dilaporkan ke polisi. Saat ini, aparat masih memburu kedua pelaku yang identitasnya terekam kamera CCTV.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut, tim masih mengidentifikasi para pelaku," sebut Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto.
