Nur Rafli (48), pedagang pecel lele di Palembang, mengalami luka tusuk di ketiak akibat diserang oleh orang tak dikenal (OTK). Korban diketahui saat itu hendak menyelamatkan sang anak yang diserang oleh para pelaku.
Kejadian tersebut terjadi di Merdeka Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dari ketengan polisi, saat itu saksi Destian anak dari korban sedang membeli es batu bersama saksi Muklis menggunakan motor. Kemudian keduanya dicegat oleh seseorang yang tidak dikenal sambil membawa sajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat itu, saksi Muklis berlari namun dikejar oleh pelaku, sementara Destian masih di atas motor. Tidak lama kemudian datang rombongan pelaku sambil membawa sajam mendekatinya.
"Saksi Destian menelepon orang tuanya, Nur Rafli dengan mengatakan bahwa saksi Destian diserang oleh orang tidak dikenal," kata Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh dari keterangan resmi yang diterima, Rabu (27/5/2026).
Kemudian korban datang untuk menjemput saksi, namun para pelaku tetap mengejar korban dan saksi hingga akhirnya terjatuh dari motor. Korban terjatuh dan saat itu salah satu rombongan pelaku menombak korban mengenai bagian bawah ketiak sebelah kanannya.
Para pelaku kemudian meninggalkan lokasi setelah saksi melakukan perlawanan dengan cara melempar batu. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban mengalami luka tusuk pada bagian ketiak sebelah kanan hingga mengenai paru-paru. Korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.
"Korban sudah lapor ke Polsek. Untuk korban mengalami luka tusuk di bagian bawah ketiak sebalah kanan," ujarnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku yang diduga berjumlah 15 orang. Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku membawa senjata tajam dan bambu.
"Motor korban merek Yamaha Aerox mengalami kerusakan akibat diserang oleh paleku. Untuk rombongan terduga pelaku sekira 15 orang dengan membawa sajam," ujarnya.
Kata Fuazi, pihaknya masih melakukan penyisiran kembali TKP untuk mencari titik-titik CCTV di TKP. Serta alur arah datang dan pergi korban dan pelaku.
