Tambang Timah Ilegal di Kawasan DAS Bahrain Bangka Kembali Dirazia

Bangka Belitung

Tambang Timah Ilegal di Kawasan DAS Bahrain Bangka Kembali Dirazia

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Minggu, 24 Mei 2026 18:20 WIB
Aktivitas penertiban yang dilakukan oleh polisi.
Foto: Aktivitas penertiban yang dilakukan oleh polisi. (Dok. Polres Bangka)
Bangka -

Lokasi tambang pasir timah ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, kembali dirazia polisi. Dari lokasi polisi menyita sejumlah alat tambang dan memasang garis polisi di ponton timah.

Razia digelar, Sabtu (23/5). Dilihat dari foto-foto yang diterima detikSumbagsel, ketika tim tiba di TKP tampak tidak ada aktivitas penambangan. Namun, puluhan ponton timah terlihat berjejer di sepanjang aliran sungai.

"Kita akan memproses hukum para pelaku yang masih melakukan penambangan dan meredam situasi kondusif di masyarakat akibat maraknya aktivitas penambangan," ujar Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, aktivitas ilegal di kawasan DAS Jada Bahrain sudah kerap dirazia petugas gabungan baik dari Polda Bangka Belitung maupun Polres Bangka. Bahkan, kolektor timah yang membeli bijih timah di lokasi sudah ditangkap dan dijadikan tersangka.

Meskipun begitu, aktivitas ini masih terus dilakukan oleh para penambang ilegal. Polisi menyebut penambang timah dilakukan secara kucing-kucingan atau di malam hari.

ADVERTISEMENT

"Informasi yang kita terima, mereka ini bekerja menambang di malam hari. Saat kita turun ke lokasi, hanya ada beberapa orang," terangnya.

Tim kemudian membongkar paksa sejumlah alat tambang dan diamankan ke Mapolres. Tak hanya itu, petugas juga menyegel atau memasang garis polisi 23 unit ponton timah.

"Kami tegaskan bahwa membuka, merusak, ataupun menggunakan kembali barang yang telah dipasang police line dan disita untuk proses hukum dapat dipidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Terpisah, Kades Jada Bahrin Asari mengapresiasi tindakan pihak kepolisian yang kembali merazia lokasi tersebut. Kata dia, aktivitas ini sangat meresahkan warga.

"Terima kasih kepada pihak kepolisian atau Polres Bangka dan Polairud Polda Babel dalam melakukan penertiban terhadap tambang timah ilegal di DAS Desa Jada Bahrin," kata Asari singkat.

Di lokasi, polisi juga mengecek urine para pekerja tambang timah ilegal di kawasan DAS itu. Polisi memastikan akan melakukan patroli berkala di lokasi tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads