Rekonstruksi Pembunuhan Tetangga di Jambi Alot, Banyak Beda Keterangan

Jambi

Rekonstruksi Pembunuhan Tetangga di Jambi Alot, Banyak Beda Keterangan

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Senin, 11 Mei 2026 22:00 WIB
Rekonstruksi adegan pembunuhan tetangga di Jambi yang menewaskan Indra Kesuma
Rekonstruksi adegan pembunuhan tetangga di Jambi yang menewaskan Indra Kesuma (Foto: Dimas Sanjaya)
Jambi -

Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Indra Kesuma (41), yang tewas ditikam oleh keluarga tetangganya. Rekonstruksi berjalan alot karena dari masing-masing pihak tersangka dan korban terjadi perbedaan versi keterangan.

Rekonstruksi digelar di halaman Polsek Kota Baru, Senin (11/5/2026), terkait peristiwa berdarah yang terjadi di RT 10 Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Minggu (24/4/2026).

Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kota Baru Kompol Helrawaty Siregar, yang turut dihadiri jaksa, saksi keluarga korban, keluarga pelaku, dan saksi dari para tetangga. Kedua tersangka Rangga Suganda dan Dandi Haryansyah dihadirkan dengan mengenakan baju tahanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reka adegan diawali dengan perdebatan antara Nia istri korban dan Linda keluarga pelaku di hari sebelum kejadian. Perdebatan itu terkait perselisihan anak masing-masing pihak.

"Linda, ngapo (kenapa) kau ngejar Okta? Dio (dia) pulang ke rumah nangis. Kenapo (kenapa) kau ikut campur masalah anak-anak?" ucap Nia, istri korban, saat rekonstruksi.

ADVERTISEMENT

Saat perselisihan mulut terjadi, korban Indra turut mendampingi istrinya. Cekcok itu kemudian sempat dilerai oleh warga.

Dalam adegan perselisihan itu, terjadi perbedaan keterangan. Linda bersaksi melihat korban Indra membawa pisau yang diselipkan di pinggangnya. Sedangkan, Nia membantah dan tak melihat suaminya membawa pisau tersebut.

Dari perselisihan itu, kemudian dilanjutkan adegan Linda menelpon kedua adiknya, Rangga dan Dandi, yang saat itu keduanya berada di dalam satu lokasi yang sama.

Dalam adegan itu, sempat terjadi kealotan lantaran kedua tersangka berkelit bahwa ketika itu Linda tidak melontarkan kalimat ajakan untuk ke rumah.

Namun, tersangka mengaku bahwa di sambungan telepon itu dia mendengar adanya keributan dan memberi tahu ada seseorang yang membawa pisau, sehingga mereka menilai Linda dalam keadaan terancam.

"Ado suaro (suara) anak kecik (kecil). Sudah itu ayuk itu bilang 'ada orang bawa pisau'," kata tersangka memperagakan reka adegan.

Momen reka adegan itu, sempat dipertanyakan oleh penyidik dan jaksa, terkait kepastian alasan kedua tersangka meluncur menuju rumah Linda. Kedua tersangka mengaku bahwa mereka berangkat ke lokasi agar memastikan keamanan Linda.

Selanjutnya, kedua tersangka menuju ke rumah Linda menaiki sepeda motor. Mereka kemudian mengambil pisau yang berada di depan teras rumah Linda.

Dari rumah Linda, kedua tersangka berangkat menuju ke rumah Indra yang lokasinya tak berjauhan. Dalam momen itu, menurut keterangan tersangka bahwa mereka menanyakan kepada S anak perempuan Linda, terkait keributan dan meminta S menunjukkan rumah Indra.

S pun ikut menaiki motor berbonceng tiga, berdasarkan versi tersangka. Namun, kesaksian itu berbeda dari keterangan saksi para tetangga. Saksi Pitriyanti bersaksi bahwa yang berbonceng tiga semuanya laki-laki.

Kesaksian yang sama juga dituturkan oleh saksi Indah yang bahkan melihat bahwa yang berbonceng tiga itu ialah dua tersangka dan BM (17) anak laki-laki dari Linda. Indah bersaksi bahwa BM ikut serta yang saat itu menggunakan baju warna putih.

"Yang kamu (saya) lihat orang bonceng tiga, cowok semua. Yang belakang BM (nama disamarkan)," kata Indah bersaksi dalam reka adegan.

Saksi Farlaungan yang saat kejadian mengaku sedang mencuci motor, melihat bahwa ada tiga orang menaiki motor dan semuanya laki-laki. Namun, Farlaungan tidak melihat jelas siapa ketiga laki-laki tersebut.

Setelah adegan itu, dua tersangka tiba di rumah korban. Saat itu, dalam versi tersangka saksi S menunjuk bahwa Indra yang mereka dicari, akibat keributan sebelumnya.

Ketika tiba di rumah, saksi Nia istri korban menyebut bahwa dirinya melihat bahwa BM yang ikut ke rumah bersama dua pamannya, bukanlah saksi S.

Reka adegan kemudian dilanjutkan ke momen detik-detik penikaman secara brutal yang terjadi sekira pukul 18.10 WIB.

Tersangka Dandi, orang pertama yang menyerang Indra. Dandi sempat menonjok Indra yang berlari ke dalam rumah karena dikejar oleh tersangka yang membawa senjata tajam jenis parang dan pisau dapur.

Selanjutnya, Rangga turun mengejar Indra. Rangga menusuk punggung Indra hingga tersungkur. Rangga lalu menghabisi nyawa korban dengan menikam berkali-kali dada korban.

Aksi tersebut berlangsung cepat, anak perempuan korban berinisial O yang masih kelas 6 SD, turut menyaksikan kejadian disusul oleh Nia istri korban, dan Ferdi anak tertua korban. Ferdi yang mengalami luka akibat serangan tersangka juga mengakui bahwa melihat BM, bahka turut melukainya.

Sebanyak 50 adegan diperagakan dalam rekonstruksi ini. Beberapa adegan memiliki versi yang berbeda dan adanya saksi yang belum diperiksa yang muncul dalam rekonstruksi ini.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads