Lansia di Lahat Ditemukan Tewas-Dikubur, Diduga Korban Mutilasi

Sumatera Selatan

Lansia di Lahat Ditemukan Tewas-Dikubur, Diduga Korban Mutilasi

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Rabu, 08 Apr 2026 12:20 WIB
Polisi mengevakuasi potongan tubuh korban yang telah dikubur
Polisi mengevakuasi potongan tubuh korban yang telah dikubur (Foto: Istimewa/Polres Lahat)
Lahat -

Warga di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan diduga korban mutilasi. Saat ditemukan tubuh korban sudah dalam posisi terkubur.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.

Korban diketahui merupakan seorang wanita lanjut usia berinisial SA (63) warga Desa Karang Dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polres Lahat AKP Mastoni mengatakan penemuan jenazah dilaporkan pertama kali oleh saksi S (49) yang merupakan anak kandung korban. Saat itu saksi merasa curiga karena korban sudah tidak terlihat selama kurang lebih satu minggu.

Karena tidak pulang, upaya pencarian kemudian dilakukan oleh pihak keluarga. Kemudian saksi mendapatkan informasi dari warga R bahwa ada aktivitas penggalian tanah di kebun milik korban atas permintaan seorang pria.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti informasi tersebut, saksi bersama perangkat desa dan warga setempat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sebuah lubang yang telah ditimbun kembali.

"Setelah dilakukan penggalian ulang, ditemukan tiga karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia yang diduga merupakan bagian tubuh korban," katanya dalam keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Rabu (8/4/2026).

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian mendatangi lokasi kejadian serta mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke RSUD Lahat guna dilakukan autopsi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Serta memeriksa saksi-saksi dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads