Polisi Dalami Modus Keberangkatan 14 Warga Palembang Ditipu Kerja di Kamboja

Sumatera Selatan

Polisi Dalami Modus Keberangkatan 14 Warga Palembang Ditipu Kerja di Kamboja

Nadiya - detikSumbagsel
Selasa, 31 Mar 2026 19:20 WIB
14 warga yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja tiba di Palembang
14 warga yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja tiba di Palembang (Foto: Istimewa/Polda Sumsel)
Palembang -

Polisi masih mendalami modus keberangkatan 14 warga Palembang, Sumatera Selatana, yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja. Para korban sudah tiba di Palembang, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 12.50 WIB.

Proses penjemputan dan pemulangan ini telah berlangsung sejak Sabtu (28/3) melalui koordinasi lintas instansi antara Polda Sumsel, Pemerintah Provinsi, dan kementerian terkait.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan pihaknya kini fokus melakukan asesmen dan pendalaman keterangan dari para korban. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi modus operandi serta jaringan internasional yang terlibat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan menyeluruh. Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan kepada korban serta mengungkap jaringan yang bertanggung jawab atas dugaan eksploitasi ini," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah tiba, para korban diarahkan ke Gedung Graha Bina Praja di Palembang. Penyidik mulai melakukan introgasi dan mengambil keterangan dari para korban, untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang memberangkatkan mereka secara ilegal ke Kamboja.

"Kehadiran negara melalui kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari ancaman TPPO," ujarnya.

Usai kejadian itu, Nandang, mengimbau warga agar waspada terhadap tawaran kerja luar negeri non-prosedural. Polisi memastikan akan mengawal penyelidikan ini hingga aktor intelektual di balik jaringan tersebut terungkap.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads