Kasus Suami Ancam Bunuh Istri di Jambi Berakhir Damai

Jambi

Kasus Suami Ancam Bunuh Istri di Jambi Berakhir Damai

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Selasa, 24 Mar 2026 09:31 WIB
Lokasi ruko saat evakuasi IRT di Jambi yang diancam suami
Foto: Lokasi ruko saat evakuasi IRT di Jambi yang diancam suami (Dimas Sanjaya)
Jambi -

Kasus suami yang mengamuk dengan mengancam istri menggunakan parang di Kota Jambi berakhir diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak keluarga tidak membuat laporan ke polisi.

Peristiwa itu sempat menyita perhatian warga di Jalan Panglima Polim, RT 17 Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Senin (23/3/2026) pagi. Ketika itu, ibu rumah tangga (IRT) dan dua orang anaknya terpaksa dievakuasi dari lantai 2 ruko penjualan mi miliknya.

Kapolsek Jambi Timur AKP Marwiansyah menyebut bahwa pihaknya telah turun ke lokasi, membantu evakuasi dan mediasi. Kata dia, pihak keluarga tidak membuat laporan resmi ke polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak (buat laporan). Sudah diselesaikan oleh keluarganya," kata Marwi saat dikonfirmasi, Minggu (23/3/2026).

Saat di lokasi, polisi sempat berupaya melakukan penangkapan terhadap suami korban yang diketahui berinisial A. Pihak keluarga juga memanggil dokter kejiwaan untuk penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

"Iya (keluarga memanggil dokter kejiwaan) oleh pihak ketiga," ujar Marwi.

Pantauan detikSumbagsel, lokasi tersebut merupakan warung mi hijau. Dari keterangan seorang karyawan korban, bahwa suami korban mengamuk sejak pukul 04.00 WIB.

Ketika itu, suami korban berteriak dan mengancam membunuh korban sembari membawa sebilah parang. Untuk menyelamatkan diri, korban mengurung diri di dalam kamar lantai 2 ruko tersebut.

"Tadi bos kami (korban) nelepon, minta tolong. Kami langsung lah pergi ke Polsek," kata salah satu karyawan korban ketika ditemui di lokasi, Senin (23/3/2026).

Usai mendapat informasi itu, polisi dari Polsek Jambi Timur langsung menuju ke lokasi. Korban saat itu terus berupaya teriak meminta pertolongan.

Setiba di lokasi, polisi langsung mencari tangga dan langsung mengevakuasi korban dari atas kanopi, dan mengeluarkan korban dan dua anaknya melalui jendela.

"Hampir satu jam lah evakuasinya," tambah karyawan korban.

Karyawan tersebut mengatakan bahwa korban dan suaminya kerap terlibat cekcok mulut. "Sering diancam dibunuh, tapi ini yang paling parah," ujarnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads