Pemuda di OKU Selatan Dibacok OTK Saat Lerai Temannya Dikeroyok

Sumatera Selatan

Pemuda di OKU Selatan Dibacok OTK Saat Lerai Temannya Dikeroyok

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 21 Mar 2026 17:30 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Dok.Detikcom)
OKU Selatan -

Pemuda di OKU Selatan, Sumatera Selatan, berinsial BS (24), mengalami luka berat setelah diserang oleh tiga orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam (sajam) saat melerai keributan. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan sajam di lengan sebelah kanan.

Kejadian itu terjadi di kawasan Simpang Ketuay, Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Jumat (20/3/2026) malam.

"Benar ada korban yang mengalami luka bacok akibat serangan senjata tajam," kata Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Anton, Sabtu (21/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintas dari arah Kecipung menuju Pasar Muaradua dan melihat kerumunan warga.

"Korban kemudian mendekat dan mencoba menghentikan aksi pengeroyokan terhadap salah satu orang yang dikenalnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Namun, upaya tersebut justru memicu reaksi agresif dari tiga pelaku dan para pelaku langsung menyerang korban menggunakan sajam jenis pedang hingga menyebabkan luka serius.

"Akibat serangan itu, korban mengalami luka sobek di lengan kanan serta luka di bagian perut dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Muaradua," ujarnya.

Polisi yang menerima kejadian itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan melaukan penyelidikan. penyelidikan.

"Anggota sudah mendatangi TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, serta memburu identitas ketiga pelaku yang masih berstatus OTK," katanya.

Menurut Antoni, pihaknya belum bisa memintai keterangan dari secara mendalam dan pihak keluarga juga belum membuat laporan. Meski begitu, sambungnya, pihaknya sudah mengambil keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.

"Saat ini kejadian tersebut masih dalam pengembangan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif pelaku," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads