Perkara Biaya Servis Motor Sebabkan Remaja Putri Dibunuh dengan Keji

Sumatera Selatan

Perkara Biaya Servis Motor Sebabkan Remaja Putri Dibunuh dengan Keji

Muhammad Aminuddin - detikSumbagsel
Rabu, 25 Feb 2026 11:40 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan remaja nganjuk ditemukan tewas tangan terikat mulut tersumpal di sebuah sungai di Malang.
Foto: Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan remaja nganjuk ditemukan tewas tangan terikat mulut tersumpal di sebuah sungai di Malang. (Muhammad Aminudin/detikJatim))
Malang -

Remaja wanita di Malang, Jawa Timur (Jatim) berinisial HMZ yang ditemukan tewas dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di aliran Sungai Kedung Winong ternyata dibunuh kekasihnya, YDF (22). Polisi mengungkap motifnya karena cekcok perkara biaya servis motor.

Dilansir detikJatim, jasad korban ditemukan di aliran Sungai Kedung Winong, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang pada 17 Februari 2026. Korban sempat dilaporkan hilang setelah pamit keluar rumah pada 11 Februari 2026.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan motif kejahatan tersebut dipicu cekcok tentang biaya perbaikan motor milik korban yang rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perselisihan berawal saat kendaraan korban mengalami kerusakan setelah digunakan bersama pelaku berkeliling ke sejumlah tempat. Cekcok terjadi di lokasi sepi di wilayah Jabung hingga memicu emosi pelaku pada Jumat (13/2) malam.

"Motif sementara karena persoalan biaya servis motor korban yang rusak. Terjadi cekcok antara keduanya dan pelaku tersulut emosi," ujar Hafiz Prasetia Akbar, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan pelaku mencekik korban secara berulang hingga korban tidak sadarkan diri. Tindakan itu dilakukan dalam kondisi emosi yang tidak terkendali. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mencekik korban berulang kali sampai korban lemas dan tidak berdaya.

Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku mengikat tangan dan kaki korban serta menyumpal mulutnya dan hendak dibuang ke sungai. Tapi pelaku mengurungkan niat kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan cara mengubur jasad korban di tepi sungai.

"Pelaku berusaha menutupi perbuatannya dengan mengubur korban agar tidak mudah ditemukan," jelasnya.

Hafiz menyebut korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarga di Polresta Malang Kota. Karena korban sempat singgah di rumah kerabatnya di Kota Malang namun tidak kembali lagi.

"Ada kerabat yang melaporkan hilangnya korban di Polresta Malang Kota, karena korban sempat singgah dan tak kembali," jelasnya.

Polisi menyebut bahwa pelaku merupakan teman dekat korban. Pelaku mengenal korban dari temannya di wilayah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Desember 2025.

"Pelaku kenal korban dari temannya pada Desember 2025, jadi sekitar tiga bulan lalu," ujar Hafiz.

Dari awal perkenalan itu, pelaku yang kesehariannya menjadi pekerja harian lepas, sering menjalin komunikasi melalui media sosial.

"Kebetulan tersangka pada saat itu bekerja sebagai pegawai harian lepas dan semenjak itu berkenalan dan menjalin hubungan melalui media sosial," kata dia.

Hafiz mengungkapkan, selama hampir tiga bulan berkenalan, keduanya selanjutnya janji bertemu pada Rabu (11/2/2026) di wilayah Kertosono. Keduanya kemudian memutuskan bepergian mengendarai motor korban dari Kabupaten Nganjuk menuju Kabupaten Kediri dan singgah di wilayah Kota Batu.

"Sampai di Kabupaten Malang, motor korban mengalami kerusakan. Sehingga korban menginap di rumah salah satu keluarganya di Kota Malang," tegas Hafiz.

Setelah menginap di rumah kerabatnya wilayah Kedungkandang, Kota Malang. Esok harinya pada Jumat (13/2/2026), korban berkunjung ke rumah pelaku yang berada di wilayah Jabung, Kabupaten Malang.

"Dan pada 13 Februari, tepatnya hari Jumat, korban bersama dengan tersangka mengendarai motor di sekitar rumah tersangka, yaitu di Kecamatan Jabung," ujarnya.

Menurut Hafiz, dari situlah kemudian terjadi tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korban saat mereka tiba di sekitar rumah pelaku di hari yang sama.

"Kemudian terjadi cekcok dan tersangka mencekik korban," pungkasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads