Jasad Wanita Asal Nganjuk Mengapung di Sungai, Kondisinya Mengenaskan

Regional

Jasad Wanita Asal Nganjuk Mengapung di Sungai, Kondisinya Mengenaskan

Muhammad Aminudin - detikSumbagsel
Minggu, 22 Feb 2026 12:30 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi mayat korban pembunuhan (Dok.Detikcom)
Malang -

Pada Selasa (17/2/2026), warga Malang, Jawa Timur, dihebohkan dengan temuan jasad wanita mengapung di aliran Sungai Kedung Winong. Kondisinya cukup mengenaskan, karena jasad wanita tersebut dalam kondisi tanpa busana, tangan terikat dan mulut yang tersumpal kain.

Dilansir detikJatim, jasad korban ditemukan tersangkut di aliran sungai di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Malang pada Selasa (17/2/2026).

Usai mendapat laporan temuan mayat, polisi langsung ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Indikasi kekerasan terlihat jelas dari cara korban ditemukan. Ada dugaan kuat bahwa perempuan malang tersebut merupakan korban pembunuhan sebelum akhirnya dibuang ke sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar membenarkan kondisi korban yang memprihatinkan saat pertama kali dievakuasi oleh tim Inafis.

"Kondisi saat ditemukan, tangan korban dalam keadaan terikat dan terdapat sumpalan kain di dalam mulutnya. Korban juga ditemukan dalam kondisi tidak berbusana," ujar AKP Hafiz Prasetia Akbar kepada awak media, Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi fisik jasad sudah mulai mengalami pembusukan karena diperkirakan telah berada di dalam air selama beberapa hari.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga sudah meninggal dunia sekitar 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Meski secara kasat mata tidak ditemukan luka robek atau bekas senjata tajam pada permukaan kulit, polisi tidak mau berspekulasi sebelum hasil otopsi keluar.

Polisi kemudian mengidentifikasi identitas dari mayat tersebut. Korban diketahui merupakan remaja perempuan berusia 17 tahun asal Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, proses identifikasi korban dilakukan melalui serangkaian proses ilmiah. Tim INAFIS Satreskrim Polres Malang melakukan identifikasi forensik dan pemeriksaan DNA hingga akhirnya memastikan identitas korban.

"Identitas korban berhasil kami pastikan melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data oleh tim INAFIS Satreskrim Polres Malang. Korban merupakan perempuan berusia 17 tahun asal Nganjuk," ujar Muhammad Taat Resdi kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).

Kapolres menambahkan, sejak awal pihaknya langsung membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Satreskrim Polres Malang berkolaborasi dengan Resmob Bareskrim Polri dan tim Jatanras Polda Jatim dalam melakukan penyelidikan intensif.

Tim Resmob Bareskrim Polri yang dipimpin langsung Kasatresmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi turun membantu penyelidikan di lapangan. Tim Jatanras Polda Jatim di bawah komando AKBP Arbaridi Jumhur juga turut memperkuat proses pengungkapan kasus.

Sementara itu, penanganan teknis di lokasi kejadian dikoordinasikan Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar. Proses identifikasi korban dilakukan untuk memastikan rangkaian penyidikan berjalan maksimal.

Dia menyebut, keterlibatan tim gabungan menjadi bentuk keseriusan dalam mengungkap kasus tersebut.

"Kasus ini menjadi atensi serius. Kami bekerja bersama tim gabungan Satresmob Bareskrim Polri dan Jatanras Polda Jatim untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan tuntas," sebutnya.

Hasil penyelidikan sementara juga selaras dengan laporan yang sebelumnya dibuat pihak keluarga korban di Polsek Kedungkandang, Kota Malang. Keluarga sempat melaporkan korban hilang setelah terakhir terpantau bertemu dengan seorang teman di wilayah Kota Malang sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi.

Taat menegaskan, pihaknya kini fokus memburu pelaku pembunuhan yang diduga kuat terkait dengan kondisi korban saat ditemukan. Tim gabungan Polres Malang, Polda Jatim, dan Bareskrim Polri disebut masih bergerak di lapangan untuk mengungkap pelaku dan jaringan yang terlibat.

"Kami pastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan maksimal. Tim gabungan saat ini terus bekerja mengumpulkan alat bukti dan memburu pelaku. Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini," pungkas Taat.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads