Aksi tawuran menggunakan senjata tajam antar pelajar kembali terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Usai aksi tawuran tersebut, pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan lima pelajar yang membawa senjata tajam dalam tawuran tersebut.
Diketahui aksi tawuran tersebut terjadi di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan pelajar yang mengendarai motor serta membawa senjata tajam jenis parang dan celurit saling serang dengan kelompok pelajar lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut pun membuat resah warga di sana hingga mereka pun langsung menelpon pihak kepolisian dan melaporkan kejadian tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Selatan Ipda Hari Ardiansyah membenarkan laporan tersebut dan pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan.
"Padahal kita sudah melakukan antisipasi dengan melakukan patroli. Bahkan kita patroli sampai jam 03.00 WIB dini hari. Ternyata mereka keluarnya setelah itu. Mereka ini memang sering dan susah ditebak jam berapa keluarnya, katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Senin (16/2/2026).
"Jadi setelah kejadian itu kita langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait aksi tawuran tersebut," sambungnya.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Hari mengungkapkan pihaknya pun mendatangi salah satu rumah pelajar berinisial ASK (18) yang diduga ikut dalam aksi tawuran tersebut di Kelurahan Marga Mulya pada Minggu (15/2/2026) pukul 22.00 WIB.
"Dari informasi yang didapat dari pelajar tersebut, kami pun mendatangi juga empat temannya yang ikut dalam tawuran tersebut yakni RO (18), SR (17), TA (16), dan ESW (16)," ungkapnya.
Hari mengatakan dari hasil penyelidikan terhadap lima pelajar tersebut, ditemukan barang bukti yakni sebilah celurit warna hitam yang digunakan sebagai alat untuk melakukan aksi tawuran tersebut. Celurit tersebut disimpan di sofa yang ada di rumah RO.
"Setelah kami amankan, lima orang pelajar tersebut pun membuat surat pernyataan agar tidak melakukan aksi tawuran lagi dan mereka pun kami kembalikan kepada orang tuanya," ujarnya.
