Pengalaman magang di luar negeri menjadi salah satu bekal mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang untuk menembus industri pariwisata dan perhotelan internasional. Sejumlah lulusan kampus tersebut bahkan telah memperoleh pekerjaan sebelum resmi menyelesaikan pendidikan.
Direktur Poltekpar Palembang, Iwan Riady, mengatakan lulusan kampusnya telah berkarier di berbagai sektor industri, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka bekerja di industri perhotelan multinasional hingga memilih membangun usaha sendiri.
"Para alumni sukses berkarier di berbagai sektor strategis dan berwirausaha. Bekerja di industri pariwisata hingga perhotelan multinasional di negara Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat," kata Iwan dalam wisuda ke-VII Poltekpar Palembang, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Iwan, proses pendidikan dan pengalaman magang memberikan bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja. Bahkan, sebagian mahasiswa telah dipercaya bekerja sebelum menerima ijazah.
"Mereka punya bekal yang cukup selama berkuliah di kampus, magang di luar negeri, hingga dipercaya untuk bekerja sebelum memegang ijazah," ujarnya.
Dalam wisuda tersebut, Poltekpar Palembang mencatat sebanyak 144 mahasiswa telah bekerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Selain itu, terdapat 10 lulusan yang memilih jalur kewirausahaan dengan membangun usaha sendiri.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran pilihan karier lulusan pendidikan vokasi pariwisata, baik bekerja di industri maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang mengikuti wisuda secara daring mengatakan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata nasional.
"Pertumbuhan pariwisata perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujar Ni Luh.
Dia mengingatkan para lulusan agar terus berinovasi, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan tetap menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
"Masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta keberlanjutan destinasi yang kita jaga bersama," katanya.
Wisuda ke-VII Poltekpar Palembang mengusung tema Rooted in Heritage, Beyond for the World. Tema tersebut menekankan pentingnya menjadikan budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai fondasi pengembangan pariwisata sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
