Penyanyi Salma Salsabil kembali menyapa para pecinta musik Tanah Air lewat karya terbarunya bertajuk "Maha Benar" yang resmi dirilis pada 25 September 2026. Lagu bergenre pop ballad ini menyindir orang-orang yang suka menghakimi.
Berdasarkan pantauan di kanal YouTube resminya, video musik "Maha Benar" telah disaksikan lebih dari 1,2 juta kali dan sukses menembus jajaran trending musik di YouTube.
Bagi detikers yang mencari lirik lagu "Maha Benar" dapat melihat rangkuman di bawah ini. Simak juga penjelasan maknanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lirik Lagu "Maha Benar" dari Salma
Stop, di tahun lalu
Jatuhku jadi lelucon kawananmu
Lantangnya, jari jarimu
Menghakimi ku seolah paling tahu
Seakan berlomba
dengan lainnya
Jadi boneka
Sedikit beda kau tak suka
oh.. tak bisa, kau buang buang tenaga
Asal kau tau, ku mampu, tanpa dirimu
Setidaknya kau perlu tau
Kumenang, versi diriku
Asal kau tau, ku butuh, yang masih mau
Berikan ku satu pelukan dibandingkan, Sejuta makian
Diamnya aku, bukan kalah ku
Teriakan mu, kuanggap jadi angin lalu
Kau tau, ku selangkah lebih maju
darimu
Kau.. maha.. benar..
Ingatlah ingat
Sama sama.. manusia..
Stop, di tahun lalu
Jatuhku jadi lelucon kawanan mu
Lantangnya, jari jarimu
Menghakimi ku seolah paling tau
Seakan berlomba
dengan lainnya
Jadi boneka
Sedikit beda kau tak suka
Oh.. tak bisa, kau buang buang tenaga
Asal kau tau, ku mampu, tanpa dirimu
Setidaknya kau perlu tau
Kumenang, versi diriku
Asal kau tau, ku butuh, yang masih mau
Berikan ku satu pelukan dibandingkan, Sejuta makian
Diamnya aku, bukan kalah ku
Teriakan mu, kuanggap jadi angin lalu
Kau tau, ku selangkah lebih maju
darimu
Kau.. maha.. benar..
Ingatlah ingat
Sama sama.. manusia..
Makna Lagu Maha Benar dari Salma Salsabil
Secara lirik, lagu "Maha Benar" merupakan sindiran untuk si paling benar yang ditujukan kepada orang yang suka berkomentar dan menilai hidup orang lain tanpa benar-benar memahami perjuangannya.
Lagu ini mengajarkan agar tidak perlu lelah membuktikan diri kepada orang lain. Kemenangan dan keberhasilan cukup ditentukan oleh standar diri sendiri. Lagu ini mengajak pendengar untuk mengabaikan perkataan negatif, tidak semua omongan harus ditanggapi, dan diam bukan berarti kalah.
Pelukan atau dukungan dari orang terdekat jauh lebih bermakna daripada banyaknya kritik pedas di luar sana. Di akhir lirik, lagu ini ditutup dengan pengingat bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan tidak ada yang benar-benar tahu isi hidup orang lain.
