Rumah Rakit Bangka Belitung: Sejarah, Konsep, dan Filosofinya

Aldekum Fatih Rajih - detikSumbagsel
Rabu, 24 Sep 2025 22:00 WIB
Ilustrasi rumah rakit (Foto: Kemdikbud RI)
Bangka Belitung -

Salah satu rumah adat yang menjadi ciri khas Bangka Belitung adalah Rumah Rakit. Rumah ini dibangun di atas sungai yang terbuat dari rangkaian balok kayu atau bambu.

Rumah rakit biasanya berukuran kecil berbentuk bujur sangkar dengan atap kajang dari anyaman daun ulit. Dilansir laman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekitar 40 persen wilayah di sana berupa lahan yang tergenang air atau berada di tepi laut.

Kondisi geografis tersebut mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan, sehingga lahirlah arsitektur tradisional khas Bangka Belitung yang dikenal dengan sebutan rumah rakit.

Sejarah Awal Rumah Rakit

Rumah rakit dikenal sebagai salah satu jenis bangunan tertua di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang diperkirakan sudah ada sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Penjelasan ini diketahui dari tulisan Noperman, dosen Luar Biasa Akademi Bina Bahari, yang berjudul Rumah Rakit: Sejarah Dan Eksistensinya.

Disebut rumah rakit karena bentuknya menyerupai rakit, dengan ciri khas dibangun di atas air. Konsep rumah ini juga dipakai oleh masyarakat di tepi Sungai Musi, Sungai Ogan, dan Sungai Komering yang membentang di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel)

Asal-usul rumah rakit diyakini bermula dari masyarakat pribumi di wilayah Uluan, Sumsel. Mereka membawa hasil bumi seperti kelapa dan pisang ke Palembang menggunakan rakit besar. Karena tidak membawa pulang rakitnya, banyak yang akhirnya menetap di atas rakit tersebut dan mengubahnya menjadi hunian.

Sejarah rumah rakit ini memiliki kaitan erat dengan masa Kesultanan. Saat itu, semua pendatang diwajibkan menetap di rumah rakit, kecuali bangsa Arab dan kaum muslim yang memiliki kedekatan khusus dengan pihak kesultanan.

Menurut Buku Yuk Mengenal Rumah Tradisional Sumatra oleh Wilujeng Dwi Windhiari tahun 2017, diketahui bahwa rumah rakit berawal dari inisiatif warga Tionghoa. Pada masa Kesultanan Palembang, mereka sebagai warga asing saat itu tidak diberi izin untuk tinggal di daratan, sehingga memilih membangun hunian di atas Sungai Musi.

Dari sinilah rumah rakit berkembang menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan masyarakat di Sumbagsel, khususnya Bangka Belitung. Pada tahun 1940-an, Bangka Belitung masih masuk kawasan Sumbagsel.

Simak Video "Video 8 Tahanan Polres Bangka Belitung Kabur, 2 Ditangkap"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork