Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyinergikan program Gemilang Palembang Raya (GPR) dengan Digital Kito Galo (DKG) 7th Tahun 2026.
Kegiatan ini akan digelar pada 25-28 Juni di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.
Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono mengatakan penggunaan QRIS di Sumatera Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp 2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ini menunjukkan masyarakat semakin menerima transaksi digital. Namun ruang untuk memperluas penggunaan QRIS masih sangat besar sehingga edukasi dan perluasan akseptasi akan terus kami lakukan," kata Bambang, Jumat (19/6/2026)
Selain nilai transaksi yang meningkat, jumlah merchant QRIS di Sumsel kini telah mencapai 1,15 juta orang. Menurut Bambang, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan.
"Digital Kito Galo kami jadikan salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi digital sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM di Sumatera Selatan," ujarnya.
Pemerintah Kota Palembang menyambut baik kolaborasi tersebut. Asisten II Bidang Perekonomian dan pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Mardani menilai sinergi antara BI dan Pemkot menjadi momentum mempercepat digitalisasi pembayaran di berbagai sektor ekonomi.
"Kolaborasi ini sangat strategis untuk mendorong penggunaan transaksi digital, khususnya pada sektor UMKM, perdagangan,kuliner, pariwisata hingga pelayanan publik," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang,M Irman. Ia berharap penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya yang dipadukan dengan Digital Galo mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas promosi produk unggulan daerah.
"Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat," ungkapnya.
Selama empat hari penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhi berbagai kegiatan seperti Digital Expo, Festival Kuliner Nusantara, pameran UMKM, edukasi QRIS, kompetisi kreatif, talkshow, hingga hiburan. Untuk memudahkan akses ke lokasi acara, juga disiapkan promo tarif LRT Sumsel sebesar Rp 43 selama 25-28 Juni 2026.
