Titik Api Baru di TN Way Kambas Padam

Lampung

Titik Api Baru di TN Way Kambas Padam

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 06 Nov 2026 18:22 WIB
Karhutla di Way Kambas, Lampung
Foto: Ilustrasi Karhutla di Way Kambas, Lampung (Dok. BNPB)
Lampung Timur -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas membutuhkan waktu hampir dua hari untuk mengendalikan api yang membakar kawasan konservasi tersebut.

Api baru berhasil dipadamkan pada Jumat (6/11/2026) dinihari pukul 00.46 WIB. Sebelumnya, kebakaran terdeteksi sejak Rabu (4/11) siang setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait kepulan asap tebal di kawasan TNWK.

Humas Balai TNWK Riri Fitriandi mengatakan kebakaran terjadi di kawasan Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Toto Projo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Way Bungur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pengecekan petugas, titik kebakaran berada di kawasan Grid 23I, 23J, 24I, dan 24J. Vegetasi yang terbakar meliputi alang-alang dan semak belukar di dalam kawasan hutan konservasi.

"Informasi awal kami terima dari masyarakat pada Rabu siang. Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan kebakaran di kawasan Resor Toto Projo dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama tim gabungan," kata Riri, Jumat (6/11/2026).

ADVERTISEMENT

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah lokasi sumber air yang berjarak sekitar 5 kilometer dari titik kebakaran.

Selain itu, rapatnya semak belukar dan anakan pohon membuat kendaraan pemadam sulit menjangkau sejumlah bagian lokasi yang terbakar.

"Jarak sumber air ke titik api sekitar lima kilometer. Kondisi semak belukar dan anakan pohon muda juga membuat kendaraan tidak mudah menjangkau lokasi, sehingga pemadaman harus dilakukan dengan dukungan peralatan mekanis dan peralatan tangan," ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Balai TNWK mengerahkan tim gabungan bersama TNI, Polri, mitra, dan masyarakat. Sejumlah peralatan turut digunakan, di antaranya empat mobil pemadam jenis slip on, dua mobil tangki, 20 sepeda motor, serta 10 unit jet shooter.

Pemadaman dilakukan secara bertahap sejak Rabu hingga Kamis (5/11). Petugas kembali melanjutkan penanganan dengan mengerahkan mobil tangki, kendaraan slip on, dan jet shooter hingga api benar-benar padam pada Jumat dini hari.

Meski api sudah berhasil dikendalikan, Balai TNWK belum bisa memastikan total luasan lahan yang terbakar. Petugas masih melakukan pemantauan dan belum menyelesaikan pengukuran di lokasi.

"Untuk luas area yang terbakar belum bisa kami sampaikan karena belum dilakukan pengukuran. Tim masih melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi kawasan setelah pemadaman," jelas Riri.

Balai TNWK juga menilai ketersediaan sumber air menjadi salah satu hal penting untuk mempercepat penanganan karhutla. Karena itu, pihaknya merekomendasikan penambahan mobil tangki serta pembangunan sumur bor di sejumlah titik strategis kawasan.

"Ke depan, kami membutuhkan dukungan mobil tangki dan sumur bor di lokasi strategis. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat akan sangat membantu mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran lagi," pungkasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads