Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua wilayah Kabupaten Ogan Komerimg Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yakni Cengal dan Pedamaran, masih terus dilakukan hingga Selasa (3/11). Proses pemadaman masih menjadi prioritas petugas di lapangan.
Personel gabungan dari satuan tugas (satgas) darat maupun udara menggunakan water boombing masih dikerahkan untuk mengendalikan titik api yang tersebar di kedua wilayah tersebut.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumsel Ferdian Krisnanto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan luasan lahan yang terbakar karena petugas masih berfokus pada upaya pemadaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum terkonfirmasi ya untuk luasan, fokus pemadaman dulu," katanya.
Selain pengerahan personel darat, upaya pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan teknik water bombing. Langkah tersebut masih diperlukan lantaran wilayah Cengal dan Pedamaran belum mendapatkan guyuran hujan hingga Selasa hari ini.
"WB masih dilakukan juga oleh satgas udara ya, masih belum kena hujan hari ini," ujarnya.
"Wilayah OKI belum merata hujannya, potensi rawan masih ada," sambungnya.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga masih dilaksanakan oleh satgas udara. Penyemaian bahan natrium klorida (NaCl) dilakukan pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan sebagai salah satu upaya membantu penanganan karhutla di wilayah Sumsel mengingat hujan alami yang turun di wilayah tersebut masih belum merata sehingga masih berpotensi munculnya firespot kembali.
"Hingga saat ini memang operasi OMC masih terus dilaksanakan dengan NaCl oleh satgas udara untuk menambah debit air," ungkapnya.
Ferdian menambahkan, titik kebakaran juga masih ditemukan di kawasan Tanah Pilih, Taman Nasional Berbak Sembilang, wilayah Banyuasin. Kebakaran di kawasan tersebut diketahui telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan masih menjadi perhatian petugas.
"Di Tanah Pilih TN Berbak Sembilang (Banyuasin area) masih ada FS," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi situs Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi), jumlah titik panas (hotspot) di Sumsel pada Selasa mengalami penurunan menjadi 50 titik dengan tingkat kepercayaan sedang (medium) dan rendah (low). Angka tersebut turun dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 71 titik.
Kabupaten OKI masih menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi, yakni 26 titik. Selanjutnya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Lahat masing-masing mencatat lima titik, Muara Enim tiga titik, serta Banyuasin dua titik.
Sementara itu, OKU Timur, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU), dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masing-masing terpantau satu titik panas.
Penurunan jumlah hotspot tersebut belum sepenuhnya menghentikan upaya penanganan karhutla. Petugas masih harus berjibaku melakukan pemadaman, terutama di wilayah Cengal dan Pedamaran yang hari ini belum tersentuh hujan.
Baca juga: Kukang Betina Selamat dari Karhutla Sumsel |
