Titik Panas di Suaka Margasatwa Padang Sugihan OKI Nihil

Sumatera Selatan

Titik Panas di Suaka Margasatwa Padang Sugihan OKI Nihil

Marshanda - detikSumbagsel
Rabu, 28 Okt 2026 20:40 WIB
PLN Indonesia Power (PLN IP) turut aktif dalam pelestarian Gajah Sumatera dengan menyediakan motor dan speed boat patroli untuk Pusat Latihan Gajah (PLG) Sumatera Padang Sugihan BKSDA Banyuasin.
Ilustrasi kawasan Suaka Marga Satwa OKI (Dok. PLN)
OKI -

Titik panas atau hotspot di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan (Sumsel), terpantau nihil. Hal itu disebut-sebut imbas hujan yang turun di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Daniwari Widiyanto mengatakan, nihilnya hotspot terpantau setelah wilayah tersebut diguyur hujan sejak Sabtu lalu.

"Kondisi terkini alhamdulillah 12 termini HS, hotspot ya. termonitor nol ya, zero. Ini juga, karena memang sejak hari Sabtu ya, kalau tidak salah itu Sabtu sampai hari ini ada turun hujan juga termasuk di wilayah SM Padang Sugihan. Tapi kami tetap melaksanakan ground check ya, karena memang pantauan hotspot di Sipongi 12 jam hari ini, nol," katanya Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniwari mengatakan, pengecekan langsung tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bara api yang tersembunyi di tunggak pohon maupun di area gambut.

"Tapi tetap tim lapangan tim darat itu harus patroli, cek lapangan karena mungkin masih ada bara-bara api gitu ya di tunggak pohon, atau di area gambut itu yang harus dilakukan pendinginan supaya tuntas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Terkait luas lahan yang terbakar, Daniwari menyebut pihaknya masih melakukan rekapitulasi data. Penghitungan luas kebakaran juga akan menggunakan citra satelit untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

"Kalau luasan ya, jadi kalau luasan ini masih rekap data ya rekon data. Karena nanti perhitungannya juga kan yang akurat mungkin melalui citra ya, citra satelit juga salah satu metode untuk menghitung luas kebakaran hutan. Kalau kami tim darat mungkin karena visualnya di darat jadi untuk perhitungannya mungkin lebih akurat nanti kita lihat hasil perhitungan tim terpadu ya yang rilis data nanti," ucapnya.

Berdasarkan laporan terakhir tim darat gabungan, pemadaman karhutla di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan telah dilakukan di area sekitar 143 hektare selama periode September-Oktober 2026.

"Ya kalau tim darat yang di SM Padang Sugihan itu kan terakhir laporan tim darat gabungan ya Manggala Agni, BKSDA dan lain-lain itu melakukan pemadaman di area kurang lebih 143 hektare dalam periode bulan September-Oktober ya," jelasnya.

Saat ini, tim masih melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang luput dari pemantauan hotspot.

"Ya kalau sekarang masih di cross-check sama teman-teman di lapangan karena memang walaupun HS-nya nol, tapi di lapangan tetap kami cek apakah ada fire spot yang mungkin tidak terbaca sebagai HS ya. Apalagi di area-area yang ekosistemnya gambut gitu," ungkapnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads