Jambi

Karhutla Jambi Mulai Terkendali, Menhut Minta Optimalkan Pembasahan

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 27 Okt 2026 21:50 WIB
Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Jambi (Dok. Istimewa)
Jambi -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memanfaatkan peluang hujan hingga 2 November untuk mempercepat pembasahan lahan dan menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi karhutla di Jambi kini menunjukkan perbaikan dibandingkan saat dirinya melakukan kunjungan sekitar tiga pekan lalu. Namun, upaya penanganan belum selesai karena masih ditemukan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan langsung.

"Alhamdulillah, keadaan Jambi jauh lebih baik ketimbang tiga minggu lalu ketika saya datang ke sini," kata Raja Juli Antoni di Jambi, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan pemantauan sistem Sipongi, titik panas dengan tingkat kepercayaan yang terdeteksi dilaporkan sudah tidak ada. Meski demikian, pemeriksaan lapangan masih menemukan dua lokasi yang perlu ditangani untuk memastikan potensi kebakaran tidak kembali meluas.

"Dari hasil pengecekan di lapangan, masih ada dua lokasi yang perlu kita tangani. Jadi, kondisi yang membaik ini harus terus dijaga," ujarnya.

Pemerintah kini mengandalkan peluang hujan yang diperkirakan memiliki curah cukup tinggi hingga 2 November berdasarkan informasi BMKG. Periode tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kelembapan lahan, terutama di wilayah yang rawan terbakar.

"Curah hujan diperkirakan cukup tinggi sampai tanggal 2 November. Jendela waktu ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk pembasahan," kata Raja Juli Antoni.

Selain mengandalkan hujan alami, pemerintah juga menyiapkan penguatan operasi modifikasi cuaca (OMC). Upaya pembasahan di lapangan akan tetap dilakukan agar penanganan tidak hanya bergantung pada perubahan cuaca.

Raja Juli Antoni menegaskan, kombinasi hujan, OMC, dan pengerahan personel menjadi langkah penting untuk menjaga lahan tetap basah serta mengurangi risiko munculnya kembali titik api.

"Semoga periode sampai 2 November ini benar-benar kita manfaatkan untuk pembasahan. Hujan alami ada, TMC akan kita pertebal, kemudian pembasahan oleh pasukan di lapangan juga dilakukan," ujarnya.

Setelah periode tersebut, pemerintah akan memperkuat pengawasan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Patroli terpadu direncanakan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, polisi kehutanan, dan BPBD hingga curah hujan yang lebih besar tiba.

Menurut Raja Juli Antoni, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya titik panas. Pengawasan berkelanjutan diperlukan agar lahan yang telah ditangani tidak kembali terbakar, terutama ketika kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan perbaikan kondisi karhutla di Jambi.

"Jangan sampai setelah kondisi membaik, muncul lagi titik api baru. Ini tanggung jawab kita bersama. Kita harus menjaga agar Jambi tetap terkendali dan kebakaran tidak kembali terjadi," tutup Raja Juli Antoni.



Simak Video "Video: Saat Emak-emak Ikut Padamkan Api Karhutla"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork