Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Luasan lahan yang terbakar kini dilaporkan telah mencapai lebih dari 916 hektare, sementara kabut asap mulai terasa semakin pekat di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut disampaikan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin saat melaporkan perkembangan terbaru karhutla kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat bersama Satgas Karhutla Jambi, Selasa (25/8/2026).
Di tengah kondisi itu, Jambi juga masih berada di posisi keenam nasional dalam jumlah titik panas atau hotspot. Posisi tersebut berada di bawah Riau, Sumatera Selatan dan sejumlah provinsi di Kalimantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Juli mengatakan kondisi Jambi perlu mendapat perhatian serius karena sebagian wilayahnya memiliki lahan gambut yang cukup dalam. Karakter gambut membuat api berpotensi bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul ketika kondisi kembali kering.
"Jambi unik karena memiliki gambut yang dalam dan ini dikhawatirkan bisa berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan, maka tetap diperlukan OMC," kata Raja Juli di Jambi, Selasa (25/8/2026).
Pemerintah pusat pun menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk Jambi. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 untuk membantu menekan titik panas dan meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Menurut Raja Juli, pesawat untuk mendukung OMC di Jambi sudah disiapkan. Kementerian Kehutanan juga menyatakan siap memberikan tambahan dukungan apabila kondisi di lapangan membutuhkan.
"Di Jambi sudah siap dengan pesawat untuk melakukan OMC. Kementerian akan dukung penuh agar hujan bisa turun di Jambi," ujarnya.
Ancaman karhutla belum dapat dianggap selesai. Berdasarkan data BMKG yang disampaikan pemerintah, puncak musim kemarau di Jambi masih berlangsung sehingga kewaspadaan harus terus dijaga.
Selain OMC, pemerintah pusat membuka opsi menggeser helikopter ke Jambi apabila hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan tambahan kekuatan udara untuk melakukan penanganan karhutla.
Kabut asap yang muncul akibat kebakaran juga menjadi persoalan lain yang harus diantisipasi. Raja Juli mengatakan pemerintah telah menyiapkan masker sebagai bagian dari dukungan menghadapi dampak asap.
Di lapangan, titik panas masih ditemukan di sejumlah lokasi. Di antaranya Desa Lubuk Kepayang, Kabupaten Sarolangun, Pandan Timur dan Geragai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur serta Sungai Gelam di Kabupaten Muaro Jambi.
Penanganan karhutla juga berjalan melalui jalur penegakan hukum. Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia melaporkan terdapat tujuh kasus karhutla dengan delapan tersangka yang saat ini telah masuk tahap penyidikan di sejumlah wilayah.
Raja Juli memastikan pemerintah tidak hanya mengejar api, tetapi juga pelaku pembakaran lahan. Penegakan hukum, kata dia, harus berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman dan pencegahan.
"Untuk penegakan hukum, Gakkum tidak akan pandang bulu. Gakkum juga tidak akan pandang pilih," tegasnya.
Dia juga meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal karena ketika api sudah meluas, penanganannya membutuhkan tenaga, peralatan dan waktu yang jauh lebih besar.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Raja Juli, telah memerintahkan jajaran pemerintah untuk terus memantau perkembangan karhutla di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah juga diminta tidak ragu meminta bantuan kepada pemerintah pusat jika kekuatan di lapangan tidak mencukupi.
Usai menggelar rapat bersama Satgas Karhutla Jambi, Raja Juli kemudian bertolak menuju Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk melihat langsung kondisi karhutla di lapangan.
Pemerintah kini berpacu dengan waktu. Dengan luasan kebakaran yang sudah menembus 916 hektare, hotspot yang masih muncul dan musim kemarau yang belum berakhir, penanganan karhutla Jambi tidak cukup hanya dengan memadamkan api.
"Kita harus terus waspada dan bekerja bersama," kata Raja Juli.
