Kumpulan Puisi Sumpah Pemuda yang Singkat tapi Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Sumpah Pemuda yang Singkat tapi Menyentuh Hati

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 28 Okt 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Sumpah Pemuda.
Ilustrasi membaca puisi Sumpah Pemuda. (Foto: Gemini AI Ilustrasi Sumpah Pemuda)
Palembang -

Peringatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung setiap tanggal 28 Oktober. Masyarakat Indonesia mengenang momen tersebut sebagai peristiwa bersejarah sehingga kerap dirayakan dengan berbagai kegiatan salah satunya pembacaan puisi Sumpah Pemuda.

Selain menggelar acara, perlombaan membaca puisi Sumpah Pemuda juga acap kali dilakukan di sekolah atau komunitas. Hal itu bertujuan sebagai ajang kreatif bagi generasi muda untuk menumbuhkan dan menyuarakan semangat kebangsaan.

Bagi yang sedang mencari contoh Inilah puisi Sumpah Pemuda berikut ulasannya. Puisi di bawah ini dilansir dari laman Universitas Islam An Nur Lampung dan buku Antologi Puisi Gorengan Petuah Bijak di Ujung Pena Rindu oleh Junaidi Ana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puisi Sumpah Pemuda #1

Judul: Sumpah Pemuda Asa untuk Negeri
Karya: Juned

Sumpah pemuda masa lampau
Sumpah sakral pemersatu bangsa
Sumpah setia mengukir sejarah
Merubah ego menjadi berkah

ADVERTISEMENT

Sumpah sahabat jadi ilham
Sumpah sakral pemersatu ummat
Sumpah setia peradaban baru
Merubah sukuisme menjadi saudara

Dua sumpah menjadi ikatan
Ikatan duniawi dan ukhrowi
Tatanan dunia sebuah bangsa
Tatanan akhirat pemersatu dunia

Wahai sahabat sumpah pemuda
Kala ego dihilangkan
Kala keikhlasan jadi kebaikan
Apalah arti Sebuah kebencian?

Sumpah sakral menyatukan ide
Memintal gagasan meramu peradaban
Biar nusantara jadi pertiwi
Satu nusa satu bangsa satu bahasa

Pemuda cerdas pemuda kuat Pemuda berkarakter pemuda mandiri Pemuda punya asa untuk negeri Indonesia jaya Indonesia maju Merdeka merdeka merdeka!!!

Puisi Sumpah Pemuda #2

Judul: Gema Janji Tiga Abadi
Karya: Akademisi Sastra Persada

Di bawah langit Batavia bertabur asa,
Puluhan nurani meretas batas karsa,
Menanggalkan sekat pulau dan suku bangsa,
Demi satu nama agung yang menyala di dada.

Satu tumpah darah membentang dari samudra,
Satu bangsa berpadu dalam jiwa merdeka,
Satu bahasa menjalin tutur kata,
Menjadi pengikat sukma seluruh Nusantara.

Wahai pemuda pemilik denyut hari ini,
Bukan lagi pedang tajam yang kau hunus tinggi,
Melainkan pena budi dan karya sejati,
Menjaga api persatuan tetap abadi.

Puisi Sumpah Pemuda #3

Judul: Nadi Merah Putih di Tangan Zaman
Karya: Ruang Renung Kebangsaan

Kudengar detak jarum jam berdenting pelan,
Menyapa wajah-wajah muda di pusaran kemajuan,
Adakah ikrar lama itu masih kau simpan,
Atau pudar tertelan gemerlap peradaban?

Tanah air ini bukan sekadar hamparan bumi,
Ia adalah titipan keringat dan air mata suci,
Yang dirajut para leluhur berhati berani,
Agar anak cucu tegak berdiri tanpa sangsi.

Kini kamilah penyambung mata rantai kejayaan,
Merajut kebajikan dalam hamparan perbedaan,
Menjadikan bahasa persatuan payung peradaban,
Mengukir prestasi demi martabat pertiwi nan rupawan.

Puisi Sumpah Pemuda #4

Judul: Menenun Benang Keberagaman
Karya: Cita Citra Nusantara

Dari pucuk rencong hingga ukiran asmat membentang,
Kita dianyam oleh sejarah panjang nan gemilang,
Berbeda kidung bukan berarti bersilang arang,
Sebab di sanubari kita, merah putih berkibar benderang.

Sumpah pemuda adalah mercusuar nurani,
Menuntun biduk bangsa di tengah badai tirani,
Mengajarkan bahwa kekayaan hakiki adalah harmoni,
Bukan pertikaian yang menghancurkan negeri.

Mari genggam erat tangan sesama saudara,
Bangun pertiwi dengan ilmu dan karya prawira,
Buktikan pada dunia dengan kepala menengadah jumantara,
Bahwa Indonesia jaya bersatu selamanya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: 'Selamat Hari Sumpah Pemuda' Menggema di X"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads