Satu unit rumah panggung dua lantai di Jalan Bendung, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, terbakar hebat pada Selasa (27/10/2026) pagi. Saat api mulai membesar sekitar pukul 05.30 WIB, anak pemilik rumah masih tertidur, sedangkan kedua orang tuanya sudah berangkat bekerja.
Bangunan yang terbakar berada di bagian belakang rumah utama milik Alfian dan Zuriyati. Bangunan tersebut memiliki dua lantai, dengan dapur di lantai bawah dan kamar tidur di lantai atas.
Anak pemilik rumah, M. Arif Al-Fajri (17), mengaku terbangun setelah kakaknya membangunkannya dan memberi tahu bahwa rumah mereka terbakar. Ia pun langsung bergegas keluar melalui pintu depan rumah utama untuk menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku kan tidur, dibangunkan kakak aku sambil berkata kebakaran. Bangun aku dan berlari lewat pintu depan rumah utama. Orang tua sudah pergi bekerja," kata Arif.
Meski dalam kondisi panik, Arif masih sempat menyelamatkan sejumlah barang dari dalam rumah. Barang-barang tersebut meliputi tabung gas elpiji 3 kilogram, pakaian sekolah, tas, sepatu, ijazah, televisi, hingga telepon seluler.
"Aku keluar rumah sambil selamatkan tabung gas, baju sekolah, tas, sepatu, ijazah, televisi dan ponsel," ujarnya.
Arif mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu kamar lantai dua. Api yang semula kecil kemudian merambat hingga membesar dan membakar bangunan beserta isinya.
"Kata orang tadi korsleting listrik dari kamar di atas. Sempat panik tadi, awalnya apinya kecil merembet menjadi besar," ungkap.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang kemudian dikerahkan untuk memadamkan api. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi hingga api berhasil dipadamkan setelah proses penanganan berlangsung sekitar dua jam.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, sejumlah barang di dalam bangunan yang terbakar hangus dilalap api. Hingga kini, total kerugian materi akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.
