Kabut asap yang menyelimuti Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mulai berangsur hilang. Kabar baiknya, jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat ini juga menunjukkan penurunan dibandingkan awal Oktober 2026.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Lubuklinggau pada bulan September 2026 sempat mencapai angka 184 atau masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode tersebut.
Namun pada Selasa (27/10/2026), angka ISPU turun menjadi 147. Kondisi itu sejalan dengan kabut asap yang sebelumnya tebal kini mulai menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari mengatakan jumlah pasien ISPA juga mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya pada Minggu (25/10/2026), tercatat sebanyak 83 pasien ISPA. Jumlah tersebut menurun dibandingkan awal Oktober yang mencapai 135 pasien.
"Sangat jauh turunnya, di bulan ini terlihat sangat signifikan menurun. Biasanya kasusnya bisa ratusan, sekarang hanya sekitar 80. Tidak seperti di bulan September lalu puncaknya kasus ISPA kita cukup tinggi," katanya, Selasa (27/10/2026).
Seiring menurunnya jumlah pasien ISPA, Marlinda mengatakan kondisi rumah sakit yang beberapa hari sebelumnya sempat mengalami lonjakan pasien kini mulai lebih landai.
"Kemarin memang sempat di setiap rumah sakit full karena ISPA, kalau sekarang sudah mulai landai. Apa lagi sekarang kabut asapnya sudah mulai menipis," ujarnya.
Meski demikian, Marlinda mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap dampak kabut asap. Warga diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak.
"Imbauan kita, tetap pakai masker dan kurangi aktivitas di luar rumah. Karena dari kabut asap itu ada partikel yang tidak terlihat yang mengganggu kesehatan," jelasnya.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada anak-anak sekolah. Ia mengatakan pihaknya melalui puskesmas terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya paparan kabut asap.
"Sosialisasi ke sekolah melalui Puskesmas juga terus kita lakukan, agar mereka teredukasi. Meskipun sebetulnya, ini juga kesadaran pribadi. Peran orang tua juga penting," tegasnya.
Marlinda turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari paparan asap rokok dan polusi udara. Masyarakat juga diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA.
"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, hindari asap rokok dan polusi udara, dan terpenting segera periksa ke fasilitas kesehatan jika ada gejala ISPA," tuturnya.
