Hotspot di Sumsel Naik Lagi, Terpantau Ratusan Titik

Sumatera Selatan

Hotspot di Sumsel Naik Lagi, Terpantau Ratusan Titik

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 27 Okt 2026 15:20 WIB
Sebaran titik panas di Sumsel.
Foto: Sebaran titik panas di Sumsel. (Dok. Sipongi/BPBD Sumsel)
Palembang -

Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali meningkat menjadi 117 titik di 13 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 titik terpantau berada di lahan gambut, sedangkan 74 titik lainnya berada di lahan mineral.

Kabid Penanganam Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan sebaran hotspot terbanyak terpantau di wilayah Banyuasin dengan 34 titik dengan 16 di antaranya di lahan gambut.

Disusul Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 30 titik dengan 17 di antaranya di gambut dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 21 titik dengan 8 titik berada di gambut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hotspot kemarin naik dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 73 titik. Terpantau dari update data pagi tadi sebanyak 117 titik, 43 titik di antaranya di gambut dam 74 titik di mineral," ujar Sudirman, Selasa (27/10/2026).

"Kondisi ini berbeda dibandingkan pantauan hotspot sebelumnya, wilayah OKI selalu menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain tiga daerah tersebut, hotspot juga terpantau di 10 kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Namun, jumlah titik panas di masing-masing wilayah tersebut berkisar antara 1 hingga 8 titik. Sementara itu, sejumlah daerah dilaporkan nihil hotspot.

"Yang nihil di Palembang, Pagar Alam, Lubuklinggau, dan OKU," ujar Sudirman.

Dari data BPBD Sumsel, terdapat 26 kejadian karhutla yang tersebar di beberapa daerah. Angka itu juga mengalami penurunan dibandingkam hari sebelumnya yang mencapai 66 kejadian karhutla.

Ke-22 kejadian itu tersebar di wilayah OKI 7 titik, Muba dan Ogan Ilir masing-masing 3 titik. Kemudian 2 titik terjadi di Palembang, Prabumulih Muara Enim, dan Banyuasin. Dan 1 kejadian di PALI.

"Dari estimasi luas yang terbakar 84 hektare (dari 22 kejadian), luas lahan yang bisa ditangani mencapai 80,40 hektare. Estimasi sisa luasan yang belum padam 3,6 hektare," terangnya.

Menurunnya angka kejadian karhutla ini disebabkan hujan yang terjadi. Kondisi ini juga membuat kualitas udara di Palembang dan wilayah lainnya semakin membaik.

"Karena hujan yang terjadi kemarin, hotspot dan angka kejadian karhutla menurun," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads