Kabut Asap Berkurang, Sekolah di Palembang Sudah Gelar PTM

Sumatera Selatan

Kabut Asap Berkurang, Sekolah di Palembang Sudah Gelar PTM

Vinsca Hardyanti - detikSumbagsel
Senin, 26 Okt 2026 12:00 WIB
Sekolah di Palembang sudah menerapkan PTM
Sekolah di Palembang sudah menerapkan PTM (Foto: Vinsca)
Palembang -

Sejumlah sekolah di Palembang, Sumatera Selatan, sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu menyusul sudah berkurangnya kabut asap yang menyelimuti Palembang.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Palembang Deni Akbar mengatakan PTM digelar di sekolah mulai hari ini, setelah sebelumnya menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak 9 September 2026.

Kata dia, PTM dilakukan karena kondisi cuaca yang mulai membaik memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar mengajar. Siswa sangat bersemangat karena sudah cukup lama tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah berjalan lancar, karena ditambah hujan juga kan, jadi alhamdulillah kabut asap mulai menghilang. Karena sudah terlalu lama kita tidak berkegiatan karena asap, jadi anak-anak hari ini (Senin) antusiasnya luar biasa untuk pembelajaran tatap muka," ujar Deni kepada detikSumbagsel, Senin (26/10).

Deni mengatakan jam masuk sekolah selama kondisi kabut asap mengikuti ketentuan dari Dinas Pendidikan Palembang, yakni dimulai pukul 08.00 WIB untuk menghindari kondisi udara yang kurang baik pada pagi hari.

ADVERTISEMENT

Apabila kabut asap telah menghilang dan situasi kembali normal, jadwal pembelajaran akan dikembalikan seperti semula. Pengaturan waktu pulang juga menyesuaikan pembagian kelas pagi dan siang di sekolah tersebut.

Deni berharap hujan terus turun secara rutin agar kabut asap tidak kembali mengganggu kegiatan pendidikan. Menurutnya, pembelajaran tatap muka memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran daring karena guru dapat berinteraksi langsung dengan siswa.

"Mudah-mudahan hujannya tetap berlangsung secara rutin, dan bisa menghilangkan kabut asap, agar pembelajaran itu tidak mesti PJJ lagi. Jadi pembelajaran bisa kita lakukan secara normal, secara utuh di sekolah masing-masing," ungkapnya.

Meski kondisi kabut asap mulai membaik, sekolah tetap menerapkan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan siswa. Pihak sekolah mengimbau siswa menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta tetap berada di dalam kelas apabila tidak ada keperluan mendesak.

"Kita tetap siap siaga, jadi anak-anak tetap kita imbau untuk tetap menggunakan masker. Tidak keluar kelas kalau tidak ada persoalan penting, jadi kalau tidak terlalu penting itu tetap stay dalam kelas. Guru-guru tetap siaga mengawasi anak-anak karena kabut asap ini tidak bisa diprediksi," ungkapnya.

Deni mengaku selama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat komunikasi digital yang dimiliki sebagian siswa. Tidak semua orang tua mampu menyediakan telepon genggam atau laptop untuk mendukung pembelajaran daring.

"Yang jelas tantangan utama guru itu kan tidak semua anak orang mampu. Ada yang punya HP, ada yang enggak. Makanya terkendalanya hanya di komunikasi digital," jelasnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, guru tetap datang ke sekolah dan memberikan materi melalui aplikasi Zoom dari kelas masing-masing.

Jika mengalami gangguan jaringan, pembelajaran dapat dialihkan melalui panggilan video WhatsApp. Guru juga memberikan tugas susulan kepada siswa yang mengalami hambatan selama mengikuti pembelajaran daring.

"Paling kita beri tugas susulan via grup WhatsApp," katanya.

Tak hanya SD Negeri 02 Palembang yang menggelar PTM, SD Negeri 184 Palembang mulai hari ini menggelar PTM.

Salah satu wali murid bernama Amalia menyambut baik PTM di sekolah anaknya.

"Kami dapat info PTM kemarin (Minggu). Ya yang jelas kita sambut baiklah karena sudah lama juga PJJ," ujarnya.

Dia pun berharap kabut asap yang menyelimuti Palembang segera berakhir sehingga sekolah-sekolah lain juga bisa menerapkan PTM.

"Masih ada yang PJJ juga, sih. Kita berharap kabut segera berakhir sehingga anak-anak bisa masuk ke sekolah semua dan belajar langsung bersama guru dan teman-temannya," harapnya.

Hal senada dikatakan wali murid lainnya Lia yang juga menyambut baik PTM di sekolahnya. Dia berharap semua sekolah sudah menerapkan PTM.

"Baguslah sudah PTM, karena kabut asap sudah berkurang, sehingga anak kami bisa belajar tatap muka bersama guru dan temannya secara langsung," ujarnya.

Lia pun berharap pemerintah bukan hanya mengurangi kabut asap, tetapi juga segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan.

"Harapannya bukan hanya masalah kabut asap saja yang diselesaikan, tetapi bagaimana permasalahan kebakaran ini juga selesai," harapnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads