Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mengingatkan nelayan untuk waspada gelombang tiga meter di Perairan Bengkulu. BMKG pun meminta nelayan untuk tidak melaut jika kondisi cuaca sedang tidak baik.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Rahayu mengatakan kondisi angin kencang dipengaruhi oleh angin kering dari Australia yang masih melewati wilayah Indonesia.
"Saat ini kecepatan angin di wilayah Bengkulu rata-rata berada di kisaran 10 sampai 15 knot. Namun masih berpotensi meningkat hingga 20 sampai 25 knot," kata Rahayu, Minggu (25/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahayu menjelaskan, peningkatan kecepatan angin tersebut dapat berdampak langsung terhadap kondisi gelombang di perairan Bengkulu. Saat ini tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 2-3 meter.
"Untuk tinggi gelombang saat ini sekitar 2 sampai 3 meter. Ini masuk kategori sedang, tetapi tetap perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di laut," jelasnya.
BMKG mengimbau nelayan tidak hanya memperhatikan kondisi gelombang, tetapi juga perkembangan kecepatan angin sebelum memutuskan untuk melaut.
Dia mengimbau nelayan untuk diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan.
"Nelayan kami imbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut. Jangan memaksakan diri apabila kondisi di laut tidak memungkinkan," imbaunya.
BMKG juga meminta nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bengkulu untuk terus memantau informasi cuaca serta peringatan dini gelombang tinggi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan laut akibat perubahan kondisi angin dan gelombang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
(csb/csb)
