Lima armada udara tidak melakukan operasional imbas kabut asap tebal yang terjadi di wilayah Palembang pada Kamis (22/10/2026). Jarak pandang yang terbatas tak memungkinkan untuk helikopter melakukan patroli udara dan pemadaman.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan lima helikopter itu terdiri dari satu helikopter patroli udara dan empat helikopter water bombing (WB).
"Iya, kemarin (22/10) lima armada udara tak operasional karena jarak pandang terbatas dan asapnya cukup tebal," ujar Sudirman, Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut hanya satu helikopter WB yang melakukan pemadaman di wilayah Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pemadaman di area itu dilakukan sebanyak 1 sortie dengan 9 kali penyiraman air.
"Operasional helikopter WB ini baru bisa dilakukan sore hari, ketika jarak pandang mulai membaik. Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap," katanya.
Selain itu, pesawat patroli udara yang dialihkan untuk pelaksanaan OMC bisa melakukan operasional. Armada ini diperbantukan dengan pesawat Cessna lain yang melakukan total OMC 3 sortie dry ice sebangak 3,6 ton di wilayah Palembang dan 1 sortie NaCl 1 ton di area Way Kanan, Lampung Utara, dan OKU Timur.
Sementara untuk pelaksanaan OMC dengan pesawat Cassa melakukan 4 sortie OMC dry ice sebanyak 2,4 ton dan 1 sortie NaCl 800 kg. Seluruh kegiatan operasional dilakukan di wilayah Palembang.
"Hari ini helikopter bisa terbang untuk melakukan patroli udara dan pemadaman, karena cuacanya bagus," jelasnya.
"Pelaksanaan pemadaman masih menunggu hasil patroli udara. Namun, beberapa wilayah yang akan dipadamkan di antaranya di OKI. Area itu masih jadi fokus kita saat ini karena dampak asapnya," imbuhnya.
Baca juga: Udara Palembang Masih Masuk Level Berbahaya |
