Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membahas skema pembiayaan dan pengadaan tanah untuk pembangunan empat flyover pada perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Muara Enim. Adapun empat titik pembangunan flyover yang direncanakan berada di Simpang Belimbing, Gunung Megang 1, Gunung Megang 2, dan Ujan Mas.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad, mengatakan pembangunan empat flyover tersebut melibatkan sejumlah pihak, baik dari perusahaan maupun pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk membahas pembagian peran dan skema pembiayaan pembangunan infrastruktur tersebut.
"Masing-masing ada PT KAI, ada PT BA, ada asosiasi perusahaan batu bara, ada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Balai Jalan," ujarnya.
Dengan adanya rencana pembangunan flyover di lokasi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran lalu lintas serta meningkatkan keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang kereta api.
Basyaruddin menjelaskan, setiap pihak memiliki skema pembiayaan yang berbeda sesuai dengan keterlibatannya dalam rencana pembangunan. Pembahasan ini mencakup kontribusi perusahaan, asosiasi pengembang batu bara, serta pemerintah dalam merealisasikan pembangunan empat flyover tersebut.
"Skema pembiayaannya yang PT BA itu PT BA sendiri, PT KAI dibiayai PT KAI sendiri, yang asosiasi dia konsorsium dengan PT KAI," katanya.
Dari sisi anggaran, estimasi biaya pembangunan diperkirakan sekitar Rp 200 miliar untuk setiap flyover. Dengan demikian, kebutuhan anggaran untuk pembangunan empat titik tersebut diperkirakan mencapai Rp 800 miliar, apabila seluruh proyek direalisasikan dengan estimasi biaya yang sama.
"Untuk estimasi biayanya itu sekitar Rp 200 miliar untuk setiap flyover," tutupnya.
Simak Video "Video: RI Mau Tambah 14.000 Km Jalur Kereta Baru, Butuh Anggaran Rp 1.200 T"
(dai/dai)