Tema dan Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag-NU Lengkap Makannya

Tema dan Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag-NU Lengkap Makannya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 21 Okt 2026 21:00 WIB
PBNU Rilis Tema dan Logo Hari Santri 2026
Ilustrasi logo Hari Santri Nasional 2026 resmi NU. (Foto: Dok. NU Online)
Palembang -

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Adanya peringatan itu, Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) merilis tema dan logo resmi untuk merayakan agenda tahunan tersebut.

Tema dan logo menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang jarang dilewatkan. Karena itu, pemerintah melalui Kemenag serta NU sebagai organisasi Islam merilis masing-masing tema dan logo.

Berikut penjelasan tema serta link unduh logo Hari Santri Nasional 2026 yang dirilis Kemenag dan NU. Yuk, simak maknanya juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tema dan Logo Hari 2026 Santri Kemenag

1. Tema Hari Santri Nasional 2026

Dalam perayaan Hari Santri 2026, Kemenag mengusung tema "Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema ini menegaskan bahwa santri bukan hanya sekadar pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi kekuatan penting dalam membangun masa depan Indonesia.

Semangat perjuangan santri saat ini menemukan bentuk baru melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

ADVERTISEMENT

2. Logo Hari Santri Nasional 2026

Logo Hari Santri 2026 resmi Kemenag dapat diunduh pada link di bawah ini:

Dilansir laman Kemenag, logo tersebut mengusung bentuk anyaman atau ikatan dinamis yang mempresentasikan kebersamaan, persatuan, dan keberlanjutan perjuangan santri dalam menjawab tantangan zaman.

Ada beberapa makna filosofis dari logo yang dirilis Kemenag yakni:

  • Jalinan Kebersamaan: Jalinan antarunsur dalam logo merepresentasikan kebersamaan yang melahirkan kekuatan.
    Sebagaimana filosofi sapu lidi, sesuatu yang berdiri sendiri memiliki keterbatasan, tetapi ketika terhimpun dalam satu ikatan, setiap bagian menjadi kekuatan bagi keseluruhan. Demikian pula santri, pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa dapat menjadi kekuatan yang saling menguatkan ketika bergerak dalam kebersamaan.
  • Dua Lingkaran: Dua lingkaran yang saling menyimpul merepresentasikan dua pijakan kehidupan santri, yaitu beragama dan bernegara. Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin secara harmonis sebagai satu kesatuan. Nilai keagamaan menjadi landasan moral, sementara kesadaran bernegara menjadi ruang pengabdian untuk memberikan manfaat bagi bangsa.
  • Poros Pondasi: Bagian bawah yang menjadi poros menggambarkan pondasi yang mendasar sebagai tempat bertumpunya seluruh elemen. Ia merepresentasikan nilai dan prinsip yang menjadi dasar bagi santri dalam melangkah, sehingga setiap gerak dan kontribusi memiliki arah serta pijakan yang kuat.
  • Lingkaran Cita: Lingkaran paling atas menjadi simbol cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai. Bentuknya yang berada pada posisi tertinggi menggambarkan pandangan menuju masa depan, yaitu harapan dan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
  • Kesatuan Bentuk: Penggunaan ketebalan garis yang konsisten menciptakan kesatuan, dan keteraturan dalam dominasi bentuk. Konsistensi ini menggambarkan semangat yang terarah serta nilai-nilai yang tetap teguh dalam perjalanan santri menghadapi perubahan zaman.
  • Keseimbangan Nilai: Bentuk logo yang simetris merepresentasikan keseimbangan, keselarasan, dan kesepadanan dalam membangun kekuatan bersama. Kesimetrisan menunjukkan bahwa setiap unsur memiliki posisi dan peran yang saling melengkapi, tanpa menghilangkan keberadaan satu sama lain.

Tema dan Logo Hari Santri 2026 NU

1. Tema Hari Santri Nasional 2026

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis aturan peringatan Hari Santri Nasional 2026 melalui Surat Edaran Nomor 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026. Peringatan tahun ini, NU mengusung tema Hari Santri "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri".

2. Logo Hari Santri Nasional 2026

Berbeda dengan Kemenag, logo Hari Santri dari NU menampilkan kitab kuning sebagai simbol tradisi keilmuan pesantren, kubah sebagai naungan nilai-nilai Islam, akar sebagai pondasi tradisi dan adab, serta satu bintang sebagai arah cita-cita dan pengabdian.

Keseluruhan simbol tersebut menegaskan bahwa santri tumbuh dari akar tradisi, dinaungi ilmu dan iman, yang kemudian berkhidmah menjaga keutuhan negeri. Adapun untuk link unduh logo resminya bisa klik tautan berikut:

Itulah penjelasan tema dan logo Hari Santri Nasional 2026 secara lengkap dari Kemenag dan NU beserta makna filosofisnya. Semoga membantu, ya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pesan Prabowo untuk Hari Santri: Penjaga Moral-Pelopor Kemajuan"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads