Kebakaran lahan di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, masih sulit dikendalikan. Angin kencang, minimnya sumber air, dan asap tebal menjadi kendala petugas memadamkan api.
Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung kebakaran di perkebunan kelapa sawit milik masyarakat di Desa Gedong Karya. Di lokasi, petugas gabungan bersama warga dan pemilik kebun masih berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke lahan lain.
Al Haris mengatakan, keterbatasan air menjadi salah satu hambatan utama. Selain sulit menemukan sumber air, pipa yang digunakan untuk mengalirkan air juga kerap tersumbat lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, tidak ada air atau air sangat sulit didapat. Kemudian, pipa yang kita gunakan untuk mengalirkan air bisa mati mendadak karena berlumpur," kata Al Haris di lokasi kebakaran, Senin (19/10/2026).
Upaya pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing juga terkendala asap pekat. Kondisi itu menyulitkan operasi udara menjangkau titik api, sementara akses darat menuju lokasi kebakaran juga tidak mudah.
Untuk membatasi penyebaran api, dua alat berat telah dikerahkan selama beberapa hari guna membuat sekat di sekitar area terbakar. Namun, angin kencang masih menyulitkan pengendalian kobaran api.
Pemprov Jambi bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat terus memperkuat upaya pemadaman. Penambahan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan juga mulai diarahkan ke lokasi pada Minggu sore.
Sejumlah peralatan tambahan, termasuk pompa dan penampung air, turut disiapkan untuk mendukung pemadaman.
Al Haris berharap tambahan personel dan peralatan dapat mempercepat penanganan kebakaran. Dia juga meminta masyarakat mendoakan keselamatan petugas yang masih bekerja di lapangan.
"Kita mohon doa dari masyarakat, supaya petugas bersama masyarakat yang sedang berjuang di lokasi berhasil memadamkan api. Dan yang tidak kalah penting, semoga hujan segera turun," ujarnya.
Di tengah kendala pemadaman, petugas dan warga masih berupaya mengendalikan api agar kebakaran tidak meluas ke perkebunan dan lahan di sekitarnya.
"Petugas bersama masyarakat terus berjuang memadamkan api agar kebakaran tidak meluas ke perkebunan dan lahan di sekitarnya.
