Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan, sepanjang 1-16 Oktober 2026 tercatat sebanyak 33.425 titik. Angka itu melampaui jumlah hotspot bulanan pada September 2026, yang hanya tercatat 32.789 titik.
Jumlah hotspot pada September-Oktober itu sesuai dengan prediksi BMKG yang sebelumnya menyebut puncak kemarau terjadi pada dua bulan tersebut.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah hotspot harian pada Jumat (16/10/2026) terdeteksi sebanyak 1.759 titik. Deteksi hotspot itu terus mengalami lonjakan usai mengalami penurunam drastis pada 13 Oktober lalu yang hanya terpantau 214 titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hotspot 1-16 Oktober ini tercatat sebanyak 33.425 titik, sudah melampaui jumlah September yang hanya terdeteksi 32.789 titik," ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan data, jumlah hotspot tertinggi bulan ini tercatat di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai 20.367 titik. Daerah ini juga menjadi wilayah dengan kasus karhutla terbanyak di Sumsel. Bahkan, asapnya menyelimuti wilayah Palembang.
Kemudian di Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 5.313 titik, Banyuasin 3.669 titik, dan Muara Enim 1.483 titik. Sementara di Ogan Ilir tercatat sebanyak 516 titik, OKU Timur 364 titik, Muratara 308 titik, Mura 265 titik.
"Sedangkan sepanjang 2026 (1 Januari-16 Oktober) ini, jumlah hotspot terpantau sebanyak 82.532 titik," katanya.
Wilayah paling banyak terpantau hotspot berada di OKI 37.583 titik. Kemudian di Muba 13.237 titik, Banyuasin 11.057 titik, Muara Enim 6.808 titik, Ogan Ilir 2.202 titik, OKU Timur 2.200 titik, Mura 2.100 titik, dan Muratara 2.006 titik.
