Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang Pagi Ini Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 17 Okt 2026 10:30 WIB
Foto: Kota Palembang masih berselimut kabut asap pagi ini. (A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami perbaikan. Kini, kategori udara berada pada level tidak sehat-berbahaya dari sebelumnya dominan status berbahaya. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau menggunakan masker.

Perbaikan kualitas udara ini juga terpantau secara visual. Kabut asap terlihat sedikit menipis jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang pun terlihat lebih luas. Namun, udara yang dihirup masih tercium asap.

"Kualitas udara Palembang pada pukul 08.00 WIB berada pada kategori tidak sehat, PM 2.5 yang tercatat sebesar 137,5 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Sabtu (17/10/2026).

Meski mengalami penurunan angka PM2.5, kondisi udara pada dini hari berada pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Pukul 00.00 WIB-02.00 WIB tercatat udara berada pada level sangat tidak sehat dengan kisaran angka PM2.5 sebesar 175,4-244,1 µg/m³.

Selanjutnya pukul 03.00 WIB-06.00 WIB tercatat berbahaya, dengan puncak PM2.5 sebesar 844,3 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Dan pukul 07.00 WIB kondisinya membaik dengan angka 227,9 µg/m³.

"Meski mengalami perbaikan, rata-rata udara dalam 24 jam terakhir angka PM2.5 sebesar 251,5 µg/m³," ungkapnya.

Berdasarkan penyebab, dampak kualitas udara di Palembang karena asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah OKI dan sekirarnya. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi asap ini, mengingat kategorinya masih fluktuatif tidak sehat-berbahaya.

"Masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dianjurkan dipakai," tukasnya.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork