BMKG Prediksi Musim Hujan di Sumsel Pertengahan November, Puncak Desember

Sumatera Selatan

BMKG Prediksi Musim Hujan di Sumsel Pertengahan November, Puncak Desember

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 16 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi Cuaca Ekstrem
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (detikcom)
Palembang -

Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026. Musim hujan diperkirakan berlangsung selama 6-7 bulan atau hingga Mei-Juni 2027, dengan puncak curah hujan terjadi pada Desember yang diprakirakan mencapai 400 milimeter (mm).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan awal musim hujan di Sumsel diperkirakan terjadi pada pertengahan November mendatang. Sementara itu, intensitas hujan diprediksi mencapai puncaknya pada Desember 2026.

"Pertengahan November 2026 wilayah Sumsel akan memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember dengan curah hujan mencapai 400 milimeter (mm)," ujar Wandayantolis, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, datangnya musim hujan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya memicu bencana asap di sejumlah wilayah Sumsel.

"Hujan yang turun dapat membantu membasahi lahan yang mengering dan mengurangi potensi terjadinya kebakaran baru. Termasuk juga akan mengatasi dampak asap," katanya.

ADVERTISEMENT

"Khusus di wilayah Palembang dan OKI bagian utara, hujan diprediksi akan terjadi pada pertengahan November. Sedangkan di OKI bagian selatan, hujan diperkirakan terjadi pada awal Desember," sambungnya.

Meski demikian, penanganan karhutla tetap diperlukan, terutama di kawasan lahan gambut dan wilayah yang terdampak lainnya.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan. Bencana tersebut antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang akibat cuaca buruk.

Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan meningkatnya debit air sungai dan membuat saluran drainase tidak mampu menampung aliran air.

Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir, khususnya di kawasan permukiman padat, daerah dataran rendah, serta wilayah yang berada di sekitar aliran sungai.

"Selain itu, hujan lebat yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko longsor, termasuk juga erosi longsor aliran sungai," jelasnya.

"Karena itu, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal," imbuhnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads