Hadapi Musim Hujan, Rumah Pompa Sungai Bengkulu Disiapkan Redam Banjir

Sumatera Selatan

Hadapi Musim Hujan, Rumah Pompa Sungai Bengkulu Disiapkan Redam Banjir

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 15 Okt 2026 05:30 WIB
Sistem pengendalian banjir di Bengkulu.
Salah satu sistem pengendalian banjir di Bengkulu. (Foto: Hery Supandi)
Bengkulu -

Pemerintah menyiapkan sistem pengendalian banjir di kawasan Sungai Bengkulu Kota Bengkulu, untuk menghadapi musim hujan. Salah satu infrastruktur yang menjadi andalan adalah rumah pompa yang nantinya terintegrasi dengan sistem drainase perkotaan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu Wiel Mushawiry Suryana mengatakan rumah pompa menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir Sungai Bengkulu. Infrastruktur tersebut telah rampung dibangun pada 2025.

"Rumah pompa ini merupakan salah satu yang harus dimiliki dalam suatu pengendalian banjir. Nantinya akan terintegrasi dengan drainase perkotaan yang saat ini ada di bawah pemerintah kota," katanya, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiel menjelaskan, penanganan Sungai Bengkulu dilakukan setelah banjir besar yang terjadi pada 2019-2021. Saat itu, kawasan perkotaan Bengkulu banjir akibat air dari sistem drainase tak mengalir optimal karena tingginya debit Sungai Bengkulu, ditambah pengaruh pasang air laut.

ADVERTISEMENT

Dampak banjir cukup besar hingga menimbulkan korban jiwa. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu dasar Kementerian PUPR menyusun detail desain penanganan Sungai Bengkulu.

Dari hasil desain tersebut, terdapat sembilan kegiatan yang direncanakan untuk mengendalikan banjir Sungai Bengkulu, Beberapa di antaranya telah direalisasikan, seperti peninggian tanggul dan pembangunan rumah pompa.

"Yang sudah kami lakukan adalah peninggian tanggul. Kemudian yang kedua rumah pompa yang sudah kami rampungkan pada 2025," jelasnya.

Selain rumah pompa, paparnya, pemerintah juga mengusulkan pembangunan dua kolam retensi di kawasan tersebut. Kolam retensi berfungsi menampung dan menahan air sebelum dipompa keluar yang dilengkapi pintu pengatur aliran air. Anggaran pembangunan dua kolam retensi tersebut diperkirakan sekitar Rp 118 miliar.

"Kami harapkan tahun depan sudah bisa ada realisasi. Kabar yang kami dapat sudah cukup positif, tetapi masih banyak yang harus ditindaklanjuti," kata Wiel.

Penanganan yang telah dilakukan sejauh ini disebut memberikan dampak terhadap pengurangan risiko banjir. Berdasarkan simulasi, tinggi genangan yang sebelumnya bisa mencapai sekitar 1,4 meter diperkirakan dapat ditekan menjadi sekitar 0,2 meter.

"Luas genangan juga tereduksi, dari sekitar 1.600 hektare menjadi sekitar 600 hektare," ungkapnya

Meski demikian, dia menegaskan penanganan tersebut tidak berarti kawasan Sungai Bengkulu akan terbebas sepenuhnya dari genangan. Hujan ekstrem masih berpotensi menimbulkan banjir.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads