Fenomena astronomi selalu hadir menyuguhkan pemandangan malam spektakuler yang sayang untuk dilewatkan. Pada akhir bulan Oktober 2026, para pencinta tata surya dan pengamat langit malam akan disuguhkan dua pertunjukan fenomena langit sekaligus, yakni puncak hujan meteor Orionid dan fenomena Hunter's Moon.
Dilansir dari laman Natural History Museum (NHM), hujan meteor Orionid sejatinya aktif sepanjang bulan Oktober hingga awal November. Sementara itu, fenomena Hunter's Moon atau Bulan Purnama Pemburu hadir menyusul fase bulan purnama Harvest Moon.
Bagi detikers yang tidak ingin melewatkan momen langka astronomi penutup bulan ini, simak penjelasan lengkap beserta jadwal puncak terjadinya hujan meteor Orionid dan Hunter's Moon Oktober 2026 di bawah ini.
Mengenal Fenomena Hujan Meteor Orionid dan Hunter's Moon
Dua fenomena langit yang terjadi pada akhir Oktober ini memiliki karakteristik keindahan visual serta sejarah asal-usul yang unik. Dikutip dari laman resmi NASA, hujan meteor Orionid sangat terkenal karena tingkat kecerahan dan kecepatannya yang melesat hingga 66 kilometer per detik atau sekitar 41 mil per detik saat memasuki atmosfer Bumi.
Meteor ini kerap meninggalkan jejak pendaran puing pijar yang bertahan beberapa detik hingga menit di langit malam sehingga tampak seperti bola api. Sementara itu, Hunter's Moon adalah julukan untuk bulan purnama yang muncul menjelang musim gugur dan perayaan Halloween. Secara tradisi, nama ini merujuk pada kebiasaan para pemburu zaman dahulu yang memanfaatkan cahaya Bulan yang sangat terang untuk melacak hasil buruan di ladang gundul.