Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan mengalami lonjakan. Data Dinas Kesehatan Sumsel pekan ke-40, tren kasusnya melonjak menjadi belasan ribu. Angka itu tertinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 10 ribuan kasus.
"Data Minggu ke-40 (4-10 Oktober) terjadi peningkatan dari minggu-minggu sebelumnya yaitu berjumlah 11.154 kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa, Senin (12/10/2026).
"Dari data itu, jumlah kasus tertinggi terjadi pada 5 Oktober sebanyak 2.306 kasus," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, data kasus ISPA tertinggi terjadi pada pekan ke-37 (6-12 September). Saat itu, jumlah ISPA mencapai 10.717 kasus.
"Di minggu ke-40, berbarengan juga dengan penambahan posko kesehatan. Jadi lebih banyak masyarakat yang diperiksa," katanya.
Sementara berdasarkan data bulanan, jumlah kasus tertinggi terjadi pada September dengan 52.483 kasus. Terjadi peningkatan kasus sebanyak 11,62% dibandingkan dengan Agustus 2026.
"Sedangkan untuk jumlah kasus Oktober, per tanggal 11 Oktober tercatat kasus ISPA sebanyak 15.430 kasus. Jumlah total kasus ISPA secara kumulatif Januari-Oktober sebanyak 416.621 kasus," ungkapnya.
Sebelumnya, kasus bulanan tertinggi terjadi pada Februari yang mencapai 51.115 kasus dan Januari 50.651 kasus. Artinya, angka kasus di atas 50 ribuan terjadi pada Januari, Februari, dan September.
"Pada 2026 ini, pola tinggi kasus ISPA terjadi pada awal tahun. Kemudian menurun pada Mei dan Juni. Lalu kembali meningkat pada Juli-September," tukasnya.
