Bupati OKU Usulkan Pembangunan Perumahan untuk ASN dan Masyarakat

Sumatera Selatan

Bupati OKU Usulkan Pembangunan Perumahan untuk ASN dan Masyarakat

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 09 Okt 2026 14:30 WIB
Bupati OKU Teddy Meilwansyah
Bupati OKU Teddy Meilwansyah (Foto: Istimewa)
OKU -

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengusulkan pembangunan perumahan komunitas untuk mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI. Perumahan tersebut direncanakan menyasar aparatur sipil negara (ASN) golongan I dan II serta masyarakat berpenghasilan rendah.

Usulan itu disampaikan langsung Bupati OKU Teddy Meilwansyah saat memaparkan rencana pembangunan perumahan komunitas di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta.

Pemkab OKU berencana memanfaatkan aset lahan milik pemerintah daerah untuk merealisasikan program tersebut. Sejumlah persiapan juga telah dilakukan, mulai dari penentuan lokasi, penyusunan konsep kawasan, kesiapan perizinan, hingga pendataan calon penerima manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sasaran utama dari pembangunan hunian di kawasan strategis ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan I dan II, serta masyarakat berpenghasilan rendah," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Jumat (9/10/2026).

Teddy mengatakan lokasi yang diusulkan berada di Jalan Hijrah, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare dan berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Kantor Pemkab OKU.

ADVERTISEMENT

"Dalam rencana pengembangannya, lahan tersebut akan dibagi ke dalam beberapa zona. Area perumahan komunitas direncanakan menempati lahan seluas 1,5 hektare, kawasan komersial 1 hektare, fasilitas pendidikan 0,3 hektare, serta fasilitas kesehatan 0,23 hektare," katanya.

Menurut Teddy, konsep pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan hunian yang sehat, layak, terjangkau, dan didukung fasilitas penunjang.

"Saya berharap pembangunan tersebut nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," harapnya.

Kata Teddy, kondisi lahan yang diusulkan memiliki kontur sedikit berbukit dengan tingkat kemiringan yang bervariasi. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu disesuaikan dengan karakteristik alami kawasan.

"Oleh karena itu, prinsip desain akan mengikuti kontur alami tanah demi meminimalisir proses cut and fill (gali dan uruk). Mengingat karakteristik geoteknik tanah setempat memiliki daya dukung yang rendah, maka diperlukan pengujian sondir dan uji laboratorium lebih lanjut," jelasnya.

Selain kondisi tanah, sistem pengelolaan air juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan tersebut. Pemkab OKU berencana mengintegrasikan sistem drainase, menyediakan area resapan air, serta membangun kolam retensi untuk mengendalikan aliran air dari kawasan yang lebih tinggi menuju area yang lebih rendah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan kawasan hunian ketika pembangunan direalisasikan.

Melalui usulan ini, Pemkab OKU berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PKP agar pemanfaatan aset daerah untuk pembangunan perumahan komunitas dapat segera ditindaklanjuti.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads