Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (8/10/2026). Massa masih menunggu Gubernur Sumsel Herman Deru untuk turun langsung menemui mereka.
Aksi tersebut digelar sejak waktu Ashar dan hingga saat ini masih berlangsung. Massa mengaku belum mendapatkan kepastian terkait kedatangan Herman Deru untuk menemui mereka.
Salah satu orator HMI Cabang Palembang, Taskia mengatakan massa tidak ingin aksi tersebut hanya ditemui oleh perwakilan Pemprov Sumsel. Mereka tetap meminta Herman Deru hadir dan mendengarkan langsung tuntutan yang disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, kami tidak menerima Apriyadi. Duduk di sini, duduk sama rata. Kami hanya menyuarakan suara masyarakat itu," ujar Taskia dalam orasinya.
Menurut Taskia, massa sudah menunggu selama berjam-jam, namun belum ada kepastian dari pihak pemerintah terkait tuntutan yang mereka sampaikan.
"Setelah berjam-jam menunggu tidak ada hasil yang pasti. Kami tidak pernah mundur," katanya.
Taskia kemudian kembali meminta Herman Deru turun menemui massa. Ia mempertanyakan alasan gubernur belum menemui mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantornya.
"Herman Deru turun, turun. Kenapa hanya menghadapi masyarakat ini takut apa?" teriaknya.
Dalam aksi tersebut, massa juga sempat melontarkan ancaman akan membakar Kantor Gubernur Sumsel jika tidak ada pihak yang menemui mereka.
"Apa kami akan kabar kantor ini. Biar yang di dalam keluar kalau di bakar. Selagi Herman deru tidak turun kamu tidak akan mundur," ujarnya.
Namun, hingga berita ini dibuat, massa masih bertahan dan menunggu Herman Deru menemui mereka.
