Kasus ISPA di Palembang Tembus 608/Hari, Terbanyak di Kecamatan Sukarami

Sumatera Selatan

Kasus ISPA di Palembang Tembus 608/Hari, Terbanyak di Kecamatan Sukarami

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 05 Okt 2026 17:40 WIB
Petugas medis mendata ulang pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat menjalani perawatan di Puskesmas Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9/2026). Pusat Kesehatan Masyarakat Samatiga berupaya menambahkan kamar rawat inap dan petugas kesehatan untuk mengantisipasi meningkatnya pasien kasus ISPA yang sejak tiga bulan terakhir mengalami peningkatan dari 60 kasus pada bulan Juni, 99 kasus bulan Juli dan 125 kasus pada bulan Agustus 2026 akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU
Foto: Ilustrasi kasus ISPA (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Palembang -

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, terus meningkat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang Fenty Aprina mengatakan, berdasarkan data terbaru per Minggu (3/10), jumlah kasus ISPA mencapai 608 kasus per hari. Angka tersebut disebut mengalami peningkatan sekitar 23 kasus.

"Untuk kasus ISPA saat ini mencapai 608 kasus per hari. Setiap hari mengalami peningkatan sekitar 23 kasus," katanya kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenty menyebut kasus ISPA paling banyak ditemukan di Kecamatan Sukarami. Di wilayah tersebut tercatat sekitar 70 kasus ISPA per hari.

"Kasus paling banyak berada di Kecamatan Sukarami, sekitar 70 kasus per hari," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, berdasarkan kelompok usia, kasus ISPA paling banyak dialami kelompok usia tertentu dengan jumlah mencapai 265 kasus. Dinkes Palembang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus, terutama di wilayah yang terdampak kabut asap karhutla.

Secara kumulatif, sepanjang September 2026, jumlah kasus ISPA di Kota Palembang tercatat mencapai 17.434 kasus.

"Di bulan September ini kasus terbanyak ISPA sepanjang tahun 2026 ini ada17.434 kasus," ungkapnya.

Fenty mengatakan Dinkes Palembang juga telah mengambil langkah penanganan langsung di wilayah yang banyak terjadi karhutla. Salah satunya dengan mendirikan posko kesehatan di kawasan Talang Jambi.

"Untuk penanganan dampak karhutla, kita memasang posko bencana karhutla di Talang Jambi. Ini untuk jemput bola dalam menangani masyarakat yang terdampak," jelasnya.

Menurut Fenty, penempatan posko tersebut dilakukan karena kawasan Talang Jambi merupakan salah satu wilayah yang banyak terdapat permukiman penduduk dan terjadi karhutla.

"Wilayah tersebut merupakan kawasan penduduk yang cukup banyak dan juga banyak terjadi karhutla. Jadi kita hadir langsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Dinkes Palembang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak asap, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads