Kabut Asap Makin Pekat, Universitas di Jambi Terapkan Kuliah Daring

Jambi

Kabut Asap Makin Pekat, Universitas di Jambi Terapkan Kuliah Daring

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Senin, 05 Okt 2026 20:40 WIB
Universitas Jambi
Foto: Universitas Jambi (Dok. Universitas Jambi)
Jambi -

Universitas Jambi (UNJA) memutuskan mengalihkan kegiatan perkuliahan menjadi sistem daring mulai hari ini. Kebijakan tersebut diambil di tengah kondisi kabut asap yang masih pekat serta kualitas udara di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi yang masuk kategori sangat tidak sehat.

"Sehubungan dengan kondisi kualitas udara di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan sekitarnya yang saat ini berada pada kategori Sangat Tidak Sehat, maka untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama," kata Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Senin (5/10/2026).

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Rektor Universitas Jambi Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Perkuliahan/Pembelajaran Secara Daring. Surat edaran tersebut ditujukan kepada direktur pascasarjana, dekan fakultas, dosen, dan mahasiswa di lingkungan UNJA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembelajaran Daring ini juga disebut, mulai dilaksanakan pada 5 Oktober hingga batas waktu yang belum ditentukan sampai pemberitahuan tatap muka. Sistem daring tersebut berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan perkuliahan secara tatap muka jika kabut asap dan ISPU mereda.

"Kegiatan perkuliahan/pembelajaran dilaksanakan secara daring (online) mulai Senin, 5 Oktober 2026, sampai dengan adanya pemberitahuan untuk kembali melaksanakan perkuliahan secara tatap muka," terang Prof Helmi.

ADVERTISEMENT

Kebijakan ini membuat mahasiswa untuk sementara tidak perlu mengikuti kegiatan perkuliahan secara langsung di lingkungan kampus. Meski demikian, aktivitas akademik tetap berjalan sesuai jadwal masing-masing.

Helmi juga menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan sebagai dasar pengalihan pembelajaran. Langkah ini sekaligus menjadi upaya agar proses akademik tetap berlangsung tanpa mengharuskan mahasiswa dan dosen berada di tengah kondisi udara yang memburuk

"Seluruh dosen/pengajar dan mahasiswa agar melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai jadwal melalui media/platform pembelajaran yang telah ditentukan," jelasnya.

Sementara, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi juga menggelar perkuliahan secara daring sebagai langkah antisipasi terhadap buruknya kualitas udara dan untuk melindungi kesehatan sivitas akademika.

Rektor UIN Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. mengatakan keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika menjadi perhatian utama di tengah kondisi kabut asap.

"Kondisi kabut asap saat ini harus menjadi perhatian bersama. Kesehatan dan keselamatan sivitas akademika tentu menjadi prioritas," kata Kasful dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Senin (5/10/2026)

Menurutnya, kondisi udara yang buruk membuat aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi. Sivitas akademika juga diminta mengikuti pembelajaran dari tempat masing-masing selama kebijakan perkuliahan daring diberlakukan.

"Kami mengimbau mahasiswa dan dosen untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menjaga kesehatan. Perkuliahan dapat dilaksanakan secara daring sehingga proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan IQAir pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, kualitas udara Jambi tercatat AQI US 324 dengan kategori Berbahaya. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 236,9 µg/m³.

Kabut asap yang cukup pekat juga membuat jarak pandang menurun. Kondisi ini menjadi perhatian karena selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, asap juga dapat mengganggu aktivitas transportasi dan kegiatan masyarakat lainnya.

Kabut asap tersebut terjadi saat penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi. Asap dari titik-titik kebakaran dapat terbawa angin menuju wilayah perkotaan dan menyebabkan konsentrasi polutan kembali meningkat.

Kasful berharap penanganan karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kualitas udara di Jambi kembali membaik dan aktivitas pendidikan dapat berlangsung normal.

"Kita berharap karhutla segera dapat dikendalikan dan kualitas udara kembali membaik. Ini menjadi kepentingan bersama karena dampaknya dirasakan masyarakat luas, termasuk dunia pendidikan," tutupnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads