Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan membuat Pemkot Palembang turun tangan. Meski titik api diduga berada di wilayah Kabupaten Banyuasin, Pemkot Palembang tetap mengerahkan personel untuk membantu proses pemadaman.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa langsung meninjau lokasi karhutla di kawasan Talang Jambe yang berada di perbatasan Palembang-Banyuasin pada Minggu (4/10) malam.
Sebelumnya, sejak Minggu siang, petugas Damkarmat dan BPBD Kota Palembang, TNI bersama tim gabungan telah berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratu Dewa mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan titik api sekaligus mengetahui batas wilayah lahan yang terbakar.
"Jadi kita meninjau ada empat titik api. Kami ingin pastikan lahan yang terbakar itu berada di Palembang atau Banyuasin," katanya kepada wartawan, Senin (5/10/2026).
Dari hasil pemantauan, lahan yang terbakar diduga tidak masuk wilayah administrasi Kota Palembang. Meski begitu, Pemkot Palembang tetap membantu penanganan karena dampak asap karhutla tidak mengenal batas wilayah.
"Api sudah bisa kita kendalikan bersama," ujarnya.
Ratu Dewa menyebut berdasarkan data yang diterimanya, terdapat 248 titik panas di Kabupaten Banyuasin. Sebanyak 192 titik di antaranya berada di kawasan lahan gambut.
Temuan tersebut, kata dia, akan dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan. Pemkot Palembang juga tengah menyiapkan langkah untuk memberikan sanksi terhadap perusahaan yang dinilai menelantarkan lahan.
"Kami akan siapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menelantarkan lahannya," tegasnya.
Usai meninjau penanganan karhutla, Ratu Dewa pada malam harinya melanjutkan agenda dengan mengecek kondisi warga yang terdampak kekeringan.
Dia mendatangi warga di Jalan Sawah Jaya, Perumahan Al Zafa, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju. Di lokasi tersebut, Pemkot Palembang menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ratu Dewa mengatakan penanganan dampak kemarau tidak hanya berfokus pada karhutla. Kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih, juga harus dipastikan tetap terpenuhi.
"Pemerintah Kota Palembang terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi," katanya.
Dia pun meminta seluruh camat dan lurah aktif melakukan pendataan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Saya minta camat dan lurah agar memantau tempat-tempat warga yang kesulitan air bersih selama kemarau ini terjadi," ujarnya.
Ratu Dewa menegaskan Pemkot Palembang akan terus melakukan pemantauan terhadap dampak kemarau, baik terkait ancaman karhutla maupun kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara cepat agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas dan dirasakan warga.
