Partai Golkar melakukan persiapan menghadapi pemilihan legislatif 2029, lebih awal. Penguatan konsolidasi organisasi dan kerja politik mulai dilakukan sejak September. Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ditarget kembali menjadi penopang raihan suara.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan anggota legislatif dari Golkar diminta lebih memahami persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah masing-masing.
"Rapat koordinasi teknis dan bimtek pemenangan pemilu kita gelar di beberapa provinsi, terutama di Sumatera bagian Selatan. Kita ingin lebih dekat dengan persoalan masyarakat dan bisa ditindaklanjuti oleh anggota dewan, baik di DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota," ujar Sarmuji, Jumat (2/10/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tiap daerah memiliki persoalan berbeda. Wilayah Sumsel, disebutnya saat ini tengah menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kita sudah merasakan persoalan asap akibat karhutla di Sumsel dan beberapa wilayah lain. Itu butuh endorsement menghadapi persoalan ini, baik koordinasi pemerintah pusat, pemda, dan semua pihak terkait," katanya.
"Kita juga akan bawa persoalan ini di legislatif untuk mempercepat penanganannya. Di tingkat DPR, Komisi IV yang membidangi, sudah membentuk panja untuk penanganan karhutla. Kita akan perkuat penanganannya dan menyuarakannya lebih intens," jelasnya.
Dalam agenda itu, dukungan terhadap program pemerintah juga disampaikannya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera Ahmad Doli Kurnia Tandjung menambahkan target wilayah Sumbagsel Pileg 2029 tetap menjadi nomor satu.
"Wilayah Sumatera secara keseluruhan bisa disebut sebagaibpentumbang nomor 1 jumlah kursi dari seluruh Indonesia. Jumlahnya 27 kursi dari 102 kursi atau 27,4 persen. Sumbagsel menyumbangkan 10 kursi dan juga nomor 1 dari perolehan parpol lain di Pileg 2024," ujarnya.
"Raihan itu bukan hanya di DPR RI, tapi juga kursi di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Di Sumbagsel kita bisa dapat 48 kursi dan 276 kursi di kabupaten/kota. Dan dua-duanya kalai ditotal, Golkar di Sumbagsel juga rangking 1 dibanding daerah lain," sambungnya.
Menurutnya, apa yang sudah diraih 2024 harus bisa ditingkatkan. Kerja politik akan dilakukan lebih awal. Jika pada 2024 kerja politik dimulai 2 tahun sebelum pelaksanaan pemilu, periode ini melakukan persiapan 3 tahun sebelum kompetisi digelar.
"September ini kita mulai persiapan dengan serius hingga pemilihan digelar 2029 nanti. Ini karena situasinya berbeda, dinamika juga berbeda. Saat ini kita perlu mempersiapkan strategi dan taktik berbeda, walaupun basis, perolehan, dan pondasinya di Golkar sudah ada," tukasnya.
