Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, terus dilakukan. Sebanyak 64 kali pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter telah dilakukan, tetapi titik api masih ditemukan.
Staf Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Fionita Oktaviyanti mengatakan pemadaman dilakukan melalui jalur udara dan darat pada Selasa (29/9/2026). Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.
"Dalam pemadaman udara hari ini telah dilakukan dua sortie dengan total 64 kali water bombing. Namun, masih terdapat titik api di lokasi yang telah dilakukan pemadaman," katanya, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, pada sortie pertama helikopter melakukan 32 kali water bombing yang menjangkau sekitar 4 hektare area. Kemudian, pada sortie kedua dilakukan 32 kali water bombing dengan cakupan sekitar 3 hektare.
Meski telah dilakukan penyiraman dari udara, titik kebakaran masih terpantau mengeluarkan asap. Petugas pun melanjutkan penanganan melalui pemadaman darat.
Tim darat dibagi menjadi tiga kelompok. Tim pertama bertugas memetakan kondisi kebakaran, tim kedua membuka jalur baru menuju sumber air, sedangkan tim ketiga melakukan pemadaman menggunakan peralatan tangan jet shooter yang didukung pompa portabel.
"Dari hasil pemadaman darat, tim berhasil memadamkan sekitar 2,5 hektare area terbakar. Tim juga membuat jalur pemadaman baru sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer menuju titik kepala api," ujarnya.
Untuk mendekatkan personel ke lokasi kebakaran, tim darat juga memindahkan camp dari Lampung Meranti ke Camp Keramat. Pemadaman difokuskan pada titik api di Grid 33 U.
Kebakaran ini berada di kawasan RPTN Cabang, SPTN Wilayah II Bungur, TNWK. Laporan kebakaran di lokasi tersebut telah diterima sejak 22 September 2026.
Area yang terbakar merupakan hutan konservasi dengan vegetasi berupa rawa gelam dan rumput prumpungan. Berdasarkan laporan BPBD, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun bangunan terdampak akibat peristiwa tersebut.
Fionita mengatakan pemadaman akan dilanjutkan melalui jalur darat dengan dukungan tambahan selang dari BPBD. Sementara itu, pemadaman udara direncanakan menyasar Grid 33 U, Grid 34 U, dan Grid 33 V.
Namun, operasional helikopter VH-8HL pada Rabu (30/9) direncanakan berhenti sementara untuk menjalani pemeriksaan berkala setelah 120 jam operasional. Dengan demikian, pemadaman melalui udara berpotensi tidak dilakukan pada hari tersebut.
