TNBS Jambi Masih Terbakar, BPBD Turunkan 15 Alat Berat untuk Sekat Api

Jambi

TNBS Jambi Masih Terbakar, BPBD Turunkan 15 Alat Berat untuk Sekat Api

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Rabu, 30 Sep 2026 18:40 WIB
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah
Foto: Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di Jambi masih berlangsung. Tim Satgas Karhutla terus dikerahkan untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan dan habitat satwa.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Tim juga melakukan penyekatan agar kobaran api tidak merambat ke kawasan lain.

"Iya, masih terbakar. Kita terus melakukan upaya pemadaman lewat darat maupun udara," kata Bachyuni, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penyekatan menjadi salah satu langkah yang dilakukan Satgas Karhutla untuk mengantisipasi api meluas, terutama menuju kawasan yang menjadi habitat satwa.

"Upaya kita lakukan, penyekatan agar api tidak menyambar. Sejauh ini kita juga sudah menurunkan lebih dari 15 unit alat berat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bachyuni mengatakan kondisi kawasan yang merupakan lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Tim harus bekerja untuk memutus jalur rambatan api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Hingga kini, BPBD belum dapat memastikan luasan lahan yang terbakar di kawasan TNBS. Petugas masih fokus melakukan pemadaman dan penanganan di lapangan.

"Belum diketahui luasnya berapa, belum bisa dipastikan," jelasnya.

Sejauh ini, Karhutla Jambi sudah tembus 4.123 hektare, secara keseluruhan, karhutla di Provinsi Jambi sepanjang 2026 masih menunjukkan luasan yang signifikan. Berdasarkan rekapitulasi data periode 1 Januari-29 September 2026, luas lahan terbakar di Jambi mencapai sekitar 4.123,84 hektare.

Luas terbesar tercatat di Batanghari 1.240,79 hektare, disusul Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, dan Tebo 403,76 hektare.

Kemudian Bungo 67 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Kota Jambi 10 hektare. Sementara Kerinci dan Kota Sungai Penuh tercatat nihil dalam rekap tersebut.

Tingginya luasan karhutla tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi. Asap dari kebakaran juga sebelumnya mengganggu aktivitas masyarakat hingga penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads