Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (30/9/2026) pagi hari. Berdasarkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI) kualitas udara berada pada kisaran 366 hingga 378 ditingkat berbahaya.
Lili (72), warga 15 Ilir, Palembang, mengatakan kabut asap yang terjadi setiap hari membuat dirinya jarang keluar rumah karena takut terkena infeksi saluran pernapasan udara (ISPA).
"Susah lah, tidak ada perubahan tiap hari, semakin banyak. Saya jarang keluar rumah," katanya ditemui detikSumbagsel di Puskesmas Dempo Palembang, Rabu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lili, kondisi kesehatan seseorang juga dapat memengaruhi dampak yang dirasakan akibat kabut asap, terutama terhadap gangguan pernapasan.
"Kondisi juga kalau kuat (sehat) tidak kena ISPA. Kalau tidak sehat cepat kena gejalanya," ujarnya.
Ia berharap kabut asap yang menyelimuti Palembang dapat segera ditangani oleh pihak terkait. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan dan pernapasan masyarakat.
"Kalau tidak reda, kabut asap ini berakibat ke pernapasan. Kalau bisa secepatnya diatasi oleh pihak terkait," katanya.
Lili mengaku hingga kini belum mengalami gejala gangguan kesehatan akibat kabut asap. Namun, ia melihat adanya peningkatan keluhan kesehatan, terutama pada anak-anak.
"Alhamdulillah belum kena gejala. Tapi kayaknya dari sebelum ada kabut asap meningkat, terutama anak-anak panas, demam, batuk. Bahkan dewasa ada juga," ujarnya.
Hal senada dikatakan warga bernama Mery yang mengaku terganggun dengan kabut asap selimuti Palembang. Dia berharap pemerintah bergerak cepat mengatasi karhutla ini agar kabut asap tidak menyebar ke mana-mana.
"Ya ini sudah lama terjadi, kami berharap kabut asap akibat karhutla ini segera diatasi sehingga tidak menggangu kesehatan warga terutama anak-anak dan lansia," harapnya.
Hal senada dikatakan Usman (59), juru parkir di Puskesmas Dempo Palembang yang mengatakan bahwa banyak warga datang berobat dengan keluhan kesehatan.
"Kadang yang parkir jadi kenal, sering berobat. Kena ISPA akibat kabut asap, jadi batuk pilek," katanya.
Menurut Usman, keluhan seperti demam dan batuk tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
"Anak saya yang masih SMP dan istri kena ISPA. Setelah rutin makan buah dan berobat, alhamdulillah sembuh," ungkapnya.
