Sejumlah daerah di Bengkulu berpotensi terjadi banjir dan longsor, terutama saat musim penghujan tiba. Untuk itu, BPBD Bengkulu melakukan pemetaan terhadap daerah yang berpotensi mengalami bencana tersebut.
Berdasarkan, peta risiko bencana di Provinsi Bengkulu, menunjukkan sejumlah wilayah memiliki potensi terdampak banjir yang tersebar di sepanjang kawasan pesisir, dataran rendah, serta wilayah yang dilalui aliran sungai. Sementara itu, ancaman longsor perlu diwaspadai masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dan berada di sekitar lereng dengan kondisi tanah yang mudah bergerak, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama.
Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki periode hujan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar selalu memperhatikan kondisi lingkungan," kata Khristian, Senin (28/9/2026).
Khristian menjelaskan, berdasarkan peta risiko banjir yang ditampilkan, potensi ancaman banjir tersebar di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu. Kawasan pesisir dan dataran rendah menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki sejumlah aliran sungai dan kawasan yang relatif rendah.
Wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan hingga Kaur memiliki kawasan yang berada di sepanjang pesisir dan dataran rendah.
"Curah hujan tinggi dapat meningkatkan debit sungai maupun genangan di kawasan permukiman. Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila saluran drainase tidak mampu menampung limpasan air," jelas Khristian.
Khristian meminta, masyarakat tidak hanya menunggu informasi ketika bencana terjadi. Kewaspadaan sejak awal dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi banjir maupun longsor.
"Kalau terjadi hujan deras dalam waktu cukup lama, masyarakat harus memperhatikan kondisi sungai, drainase, maupun tebing di sekitar tempat tinggal. Jika kondisi membahayakan, segera mencari tempat yang lebih aman," ujar Khristian.
Selain banjir, ancaman longsor juga menjadi perhatian saat musim hujan. Wilayah dengan kontur perbukitan dan lereng yang curam memiliki risiko lebih tinggi ketika tanah mengalami peningkatan kandungan air akibat hujan.
Beberapa wilayah Bengkulu yang memiliki kawasan perbukitan, seperti Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma hingga Kaur, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah.
Khristian mengingatkan, warga yang tinggal di dekat tebing, lereng, maupun kawasan dengan kondisi tanah yang mengalami retakan untuk tidak mengabaikan perubahan lingkungan.
"Jangan menganggap remeh tanda-tanda seperti retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, maupun perubahan kondisi tebing. Kalau ada tanda-tanda yang mengarah kepada longsor, segera laporkan kepada pemerintah desa atau petugas terkait," kata Khristian.
BPBD Provinsi Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana.
Simak Video "Video: Penampakan Kondisi Banjir-Longsor di Aceh dari Satelit"
(dai/dai)