5 Daerah Bengkulu Dilanda Bencana, Lebong Paling Parah

Bengkulu

5 Daerah Bengkulu Dilanda Bencana, Lebong Paling Parah

Hery Supandi - detikSumbagsel
Selasa, 07 Apr 2026 19:20 WIB
Banjir di Bengkulu akibat cuaca ekstrem
Foto: Banjir di Bengkulu akibat cuaca ekstrem (Hery Supandi)
Bengkulu -

Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di sejumlah wilayah. Berdasarkan data terbaru pada Selasa pagi, berbagai bencana terjadi di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Kota Bengkulu. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Lebong.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan perlunya langkah konkret dalam penanganan tanggap darurat bencana, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan kesiapan berbagai peralatan, terutama perahu karet.

Selain itu, ia menekankan pentingnya ketersediaan kebutuhan pokok yang harus didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir, khususnya selama masa tanggap darurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan pokok tidak boleh terputus penyalurannya. Selain dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, ataupun pihak lain, sedekah nasi bungkus dari ASN harus dimaksimalkan dan disalurkan kepada para korban," kata Helmi, Selasa (7/4/2026).

Helmi juga menyoroti kondisi saluran air di sejumlah daerah yang perlu mendapat perhatian serius, karena menjadi salah satu penyebab banjir kurang maksimalnya saluran air di permukiman dan jalan.

ADVERTISEMENT

"Normalisasi saluran air harus dimaksimalkan, tidak hanya saat terjadi bencana. Jika saluran terjaga, tentu tidak akan terjadi penyumbatan. Faktanya, pemeliharaan drainase sudah lama tidak dilakukan. Memang terjadi efisiensi, namun yang perlu diingat, Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong. Misalnya melalui kegiatan Jumat Bersih, kita membersihkan saluran besar dan kecil," jelas Helmi.

Helmi menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu agar segera menindaklanjuti, termasuk melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak.

"Saya mendapat informasi bahwa jembatan di Kabupaten Seluma yang baru dibangun saat ini kembali rusak akibat banjir. Mohon segera dicek dan ditangani," tegas Helmi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta segera mendata fasilitas pendidikan serta siswa yang terdampak bencana.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermanyah mengatakan, saat masuk dalam kondisi cuaca ekstrem akan hujan karena sebagian wilayah mulai terdampak banjir akibat curah hujan yang relatif tinggi.

"Saat ini cuaca mulai ekstrem, hujan bisa turun dengan intensitas tinggi, saat ini saja tercatat ada lima kabupaten dan kota terdampak banjir," kata Khristian.

Khristian menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan BMKG ada beberapa daerah di Bengkulu terjadi hujan sedang hingga lebat, seperti halnya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Selatan dan Kota Bengkulu agar lebih waspada bila terjadi hujan.

"Kita minta agar warga yang tinggal pada daerah rawan banjir dan longsor lebih menjaga kewaspadaan bila hujan terjadi, agar tidak menimbulkan korban jiwa bila terjadi bencana," jelas Khristian.

Diketahui saat ini, bencana banjir masih terjadi, seperti halnya di Kota Bengkulu, selain merendam rumah warga, banjir juga merendam jalan dan areal perkebunan warga.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads