Puncak Kemarau di Bengkulu Diprediksi Agustus, BPBD Ingatkan Longsor-Karhutla

Bengkulu

Puncak Kemarau di Bengkulu Diprediksi Agustus, BPBD Ingatkan Longsor-Karhutla

Hery Supandi - detikSumbagsel
Jumat, 10 Jul 2026 22:00 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Bengkulu -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengingatkan waspada longsor hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Bengkulu. Hal itu menyusul adanya informasi dari BMKG menyebut puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Adapun daerah yang masuk dalam wilayah potensi gerakan tanah atau longsor meliputi Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko, Rejang Lebong, Seluma, serta Kota Bengkulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah mengatakan masyarakat tidak boleh lengah meski saat ini memasuki musim kemarau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, karakteristik cuaca di Bengkulu yang sering berubah secara tiba-tiba dapat memicu terjadinya bencana, khususnya di wilayah perbukitan dan lereng.

"Musim kemarau di Bengkulu bukan berarti sepenuhnya tanpa hujan. Kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat. Hujan sedang hingga lebat yang turun setelah periode kering cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya gerakan tanah atau longsor. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan pemerintah," katanya, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Selain ancaman longsor, BPBD juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi karhutla yang umumnya meningkat selama musim kemarau.

Khristian meminta masyarakat menggunakan air bersih secara bijak agar kebutuhan selama musim kemarau tetap terpenuhi. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena risikonya sangat besar pada musim kemarau," ujarnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Warga diminta menghindari aktivitas di bawah tebing maupun lereng curam ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda awal terjadinya longsor, seperti munculnya retakan pada tanah, pohon yang mulai miring, atau perubahan kondisi lereng.

"Jika masyarakat menemukan indikasi awal seperti retakan tanah atau tanda-tanda longsor lainnya, segera laporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, BPBD, atau instansi terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin," jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

"Kesiapsiagaan adalah kunci utama. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan sehingga masyarakat Bengkulu dapat menjalani musim kemarau dengan aman," ungkapnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads